Membangkang kepada Allah SWT.(1)


(Ini adalah nasihat Syaikh Abdul-Qadir Jailani, yang terangkum dalam kitabnya Al-Fath-ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani)

Pembangkangan kepada Allah ketika seseorang dianugerahi berbagai kemuliaan, adalah kematian bagi agama, kematian bagi tauhid, serta kematian bagi sifat tawakal dan keikhlasan. Sementara, hati seorang Mukmin tidaklah bisa dimengerti : mengapa dan bagaimana ? Sesungguhnya semua jiwa memiliki sifat menentang dan membangkang. Oleh karena itu, siapa saja yang ingin jiwanya menjadi baik, dia harus berusaha melawannya hingga sifat buruknya menyerah kalah. Pada dasarnya, jiwa mengandung keburukan yang berlapis-lapis. Namun, bila jiwanya telah terkendali dan tenang, maka ia akan menjadi kebaikan yang berlipat ganda. Jiwanya akan senantiasa menyesuaikan diri dalam menjalani seluruh ketaatan dan dalam meninggalkan seluruh kemaksiatan. Dalam demikian, akan dikatakan kepadanya :

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah engkau kepada Tuhanmu dengan penuh rasa ridha dan diridhai. (QS 89:29).

Jiwanya layak mendapatkan dua hasil (ridha dan diridhai),keburukannya hilang, dan ia tidak bergantung pada mahluk apa pun. Ia layak dinisbatkan kepada bapaknya, Ibrahim as. Ibrahim as. berhasil keluar dari jiwanya dan dia tegak tanpa hawa nafsu. Dia berjalan sementara kalbunya tenang. Berbagai jenis mahluk datang kepadanya. Mereka menampakkan dirinya masing-masing kepada Ibrahim untuk menawarkan pertolongan. Namun Ibrahim berkata, “Aku tidak menginginkan pertolongan kalian.PengetahuanNya tentang diriku telah cukup membuatku untuk tidak meminta pertolongan kalian”.

Tatkala kepasrahan dan tawakal Ibrahim telah sempurna, Allah SWT berfirman kepada api:

Jadilah engkau dingin dan aman bagi Ibrahim (QS 21:69).

Pertolongan Allah bagi orang yang sabar di dunia tidaklah terbatas. Begitu pula nikmatNya di akhirat. Allah berfirman :

Sesungguhnya orang-orang yang bersabar, akan dicukupkan bagi mereka pahalanya tanpa batas. (QS 39:10).

Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah. Segala hal yang dibebankan kepada manusia berasal dari sisi Allah. Oleh karena itu, bersabarlah bersamaNya sesaat saja, niscaya akan merasakan angerah dan nikmatNya bertahun-tahun. Sebab, hakikat keberanian terletak pada kesabaran sesaat. Allah SWT berfirman :

Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. (QS 2:135).

Dengan mengharap pertolongan dan penghargaan, hendaklah engkau tetap bersabar bersamaNya dan selalu mengingatNya. Jangan lalai dariNya dan jangan pula meninggalkan perhatian pada keadaan setelah kematian. Sebab, menyadari kematian ketika kematian menjemput, jelas tidak bermanfaat bagimu. Oleh karena itu, ingatlah selalu kepadaNya sebelum kau berjumpa denganNya; ingatlah sebelum diingatkan kematian, yang bisa membuatmu menyesal ketika penyesalan tiada gunanya lagi dirimu. Perbaruilah selalu hatimu, sebab jika baik hatimu, baik pula seluruh keadaanmu. Oleh karena itu, Nabi saw bersabda “di dalam jasad anak Adam terdapat segumpal daging. Apabila daging itu baik, akan menjadi baiklah seluruh jasad. Sebaliknya, apabila daging itu rusak, akan menjadi rusaklah seluruh jasadnya.Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati”.
(tunggu sambungannya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s