Membangkang kepada Allah SWT (2)


Hati akan menjadi baik dengan takwa dan tawakal kepada Allah SWT, dengan selalu mentauhidkanNya, dan senantiasa ikhlas dalam setiap amal. Dan hati akan menjadi rusak karena hal-hal yang sebaliknya, hati seperti burung di dalam sangkar yang kokoh, seperti permata di dalam kotak kecil, atau seperti harta benda di dalam lemari.

Ya Allah sibukkanlah seluruh anggota badan kami dengan ketaatan kepadaMu; sibukkanlah hati kami dengan makrifat kepadaMu; dan sibukkanlah kehidupan kami, baik siang maupun malam hari, bersama-sama denganMu.

Ya Allahm pertemukanlah kami dengan orang-orang saleh yang telah mendahului kami, berilah kami rezeki sebagaimana Engkau telah memberi mereka rezeki; dan jadikan Engkau untuk kami sebagaimana untuk mereka. Amin.

Berserah dirilah kepada Allah senantiasa, seperti orang-orang saleh selalu berserah diri kepadaNya, sehingga Allah mengasihimu, sebagaimana Dia mengasihi mereka. Apabila engkau menginginkan agar Allah senantiasa bersamamu, engkau mesti menyibukkan diri dengan ketaatan dan kesabaran bersamaNya, serta ridha terhadap segala perlakuanNya kepadamu dan kepada orang-orang selainmu. Engkau juga mesti bersikap zuhud di dunia. Ambillah bagianmu dari dunia ini dengan penuh ketakwaan dan wara’. Lalu, carilah akhirat dan beramallah untuk bekal kehidupan akhirat. Nasihatilah orang-orang di sekelilingmu dan nasihatilah mereka agar taat kepada Allah. Peringatkanlah mereka, juga orang-orang selain mereka.

Engkau mesti menashati diri sendiri terlebih dulu, baru kemudian menasihati orang lain. Sebab, engkau berkewajiban mengatur diri sendiri sebelum orang lain. Engkau tidak bisa memperbaiki orang lain sementara dirimu masih membutuhkan perbaikan. Kalau kau buta, bagaimana mungkin menuntun orang lain ? Hanya orang awas yang bisa menuntun orang lain. Hanya perenang tangguh yang dapat menyelamatkan manusia dari amukan ombak. Sesungguhnya orang akan kembali kepada Allah karena dia mengetahuiNya, sementara kalau dia tidak mengenalNya, bagaimana mungkin menuntun orang lain kepadaNya ?

Tidak ada istilah bagimu untuk berpaling dari Allah. Engkau mesti mencintai Allah dan beramal hanya untukNya, tidak untuk selain DiriNya. Engkau harus takut kepada Allah, tidak kepada selainNya. Semua itu berkaitan dengan hati, tidak semata-mata terkait dengan lisan. Semua itu dicapai dalam khalwat (kesendirian), bukan di tengah keramaian. Seumpama tauhid itu pintu rumah dan syirik masuk ke dalamnya, itulah kemunafikan yang sebenarnya. Engkau bisa celaka. Lisanmu bertakwa, sementara hatimu berbuat dosa; lisanmu bersyukur, sementara hatimu takabur. Allah berfirman, “kebaikanKu turun kepadamu, sementara keburukanmu naik kepadaKu”.

(bersambung lagi)

2 responses to “Membangkang kepada Allah SWT (2)

  1. berserah diri dan rasa rela terhadap semua keputusanNya, dalam segala kondisi..pa, kalau kita tidak mengetahuiNya dan mengenalNYa kita akan kembali kemana ? kalau jiwa kita tdk tenang kita akan kembali kemana ?

    • Benar sekali, kita haru mengenalNya karena kita ingin kembali kepadaNya. Kita harus pasrah total kepadaNya supaya kita dianugerahi ketenangan jiwa yang menyebabkan kita akan kembali kepadaNya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s