Berhijrah kepada Allah


Syeikh Ibn ‘Atha’illah, memberikan nasihat :Sinar mata batin membuatmu menyaksikan dekatnya Allah denganmu. Dan mata batin membuat menyaksikan ketiadaanmu karena keberadaanNya. Dan hakikat mata batin membuatmu menyaksikan keberadaanNya, bukan ketiadaanmu atau pun keberadaanmu.

Penglihatan batin mengantarkan kepada realitas dan kebenaran yang lebih tinggi, sedangkan penglihatan lahir berhubungan dengan gambar, bentuk, hubungan kausalitas, dan realitas. Sifat-sifat dan asma-asma Allah lebih tinggi dan lebih halus ketimbang dunia sebab akibat yang selalu berubah. Hanya Dia yang memiliki kualitas demikian, yang menjadikan kesadaran salik tentang eksistensinya hilang. Mata batin yang tertinggi mengantar kita tenggelam dalam cahaya kebenaran mutlak yang berkilauan dan tak sesatu pun selain itu. Dalam keadaan ini, seseorang tak bisa menyatakan kesadaran atau ketaksadaran manusia.

Lalu Syeikh memberitahukan : Allah ada, dan tiada sesuatu pun di sampingNya, dan kini Dia sebagaimana adaNya semula.

Allah itu Esa, Kebenaran Mutlak, Esensi semua mahkluk. Terketahui dan Tak Terketahui, Dia benar-benar tidak bergantung kepada semua makhluk dan realitas yang ada, karena keberadaan segala sesuatu bergantung kepadaNya, berhubungan denganNya, dan berlangsung sesuai dengan perintahNya. Dia Esa, Berdiri sendiri, Mutlak, Maha Dapat Dipercaya, dan Mahakekal. Allah adalah pencipta waktu dan ruang, Yang Tak Berawal, Yang Tak Berakhir, Yang Zahir sekaligus Yang Batin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s