Orang mukmin itu hidup


Ini adalah lanjutan nasehat Syaikh Abdul Qadir Jailani tentang pembangkangan manusia kepada Allah.

Syaikh berkata, orang mukmin itu hidup, sementara orang kafir itu mati. Orang yang mengesakan Allah itu hidup, sementara orang yang menyekutukanNya itu mati. Oleh karena itu, Allah berfirman “yang pertama kali mati di antara mahlukKu adalah iblis”.

Maksudnya : karena dia bermaksiat kepadaKu, maka dia mati dalam kemaksiatan.

Ingatlah bahwa sekarang ini adalah akhir zaman. Telah banyak kemunafikan dan telah nyata kebohongan. Janganlah hidup bersama kaum munafik, para pendusta dan golongan dajjal. Sebab, hal itu akan membuatmu memiliki sifat-sifat munafik, pendusta, kafir, pendosa dan musyrik. Bagaimana mungkin engkau hidup bersama jiwa seperti itu ? Tentanglah nafsumu, dan jangan kau ikuti; kendalikanlah nafsumu tetapi jangan kau tolak;penjarakanlah nafsumu tetapi berikan pula haknya; serta tundukkanlah nafsumu dengan mujahadah.

Sementara, berkaitan dengan nafsumu, sudah selayaknya engkau mengendalikannya; jangan sekali-kali membiarkannya mengendalikanmu.

Sedangkan berkaitan dengan tabiatmu, hendakllah tidak bersahabat dengannya. Sebab tabiat manusia tidak ubahnya seperti anak kecil yang tidak berakal. Jadi, bagaimana mungkin kau belajar dari anak kecil dan dekat dengannya ?

Adapun setan, dia adalah musuhmu dan musuh Bapakmu, Adam as. Lalu bagaimana mungkin engkau merasa tenang bersama setan dan dekat dengannya, sementara antara dirimu dan dirinya ada darah permusuhan lama ? Oleh karena itu, janganlah merasa aman dari setan, sebab dia telah membunuh bapak dan ibumu (Adam dan Hawa). Apabila memungkinkan bagimu, bunuhlah ia sebagaimana ia telah membunuh mereka berdua. Jadikanlah ketakwaan sebagai senjata; jadikanlah pengesaan Allah, muraqabah, wara’ di dalam kesendirian, kejujuran dan permintaan tolong kepadaNya sebagai balatentaramu. Dengan senjata dan bala tentara itu mereka dapat dikalahkan, dihancurkan, dan diporak-porandakan tentaranya. Bagaimana engkau tidak bisa mengalahkan mereka, sementara kau bersama Allah ?

Himpunkanlah dunia dan akhirat, jadikanlah keduanya pada suatu tempat. Kemudian, menyendirilah dengan Maula-mu untuk membuka hatimu tanpa dunia dan akhirat. Janganlah datang menujuNya kecuali dengan memisahkan diri dari selain Diri-Nya. Janganlah terikat dengan mahluk dengan kedekatan dengan Khaliq. Putuskanlah segala sebab dan lepaskanlah segala “Tuhan” selain Allah. Jika mungkin, jadikanlah dunia untuk dirimu, akhirat untuk hatimu, dan Allah untuk ruhmu.
(masih berlanjut).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s