Ikutilah Allah saja.


Hendaklah engkau juga tidak bersama diri dan hawa nafsu, atau bersama dunia maupun akhirat, demikian Syeikh Abdul Qadir Jailani melanjutkan nasehatnya. Janganlah mengikuti selain Allah. Jika kau hanya mengikuti Allah, berarti telah mendapatkan khazanah yang tidak pernah habis selamanya. Ketika itu, akan datang kepadamu hidayah dari Allah, dan kau tidak akan tersesat setelah itu.

Sudah semestinya engkau bertobat dari dosa-dosa. Apabila engkau bertobat, hendaklah bertobat secara lahir maupun batin.Tobat itu bisa mengubah kerajaan. Tinggalkanlah tobat orang-orang yang bermaksiat, gantilah dengan tobat orang-orang yang ikhlas. Malu kepada Allah adalah hakikat, bukan kiasan. Ia merupakan bagian dari aktivitas hati setelah sucinya anggota-anggota badan dengan amal-amal syariat, hati memiliki amal. Hati itu, apabila telah keluar dari sebab-sebab dan kebergantungan pada mahluk, akan mengarungi samudera tawakal, makrifat, dan pengetahuan tentang-Nya. Dia meninggalkan sebab dan mencari musabab. Apabila kau ada di tengah-tengah samudera itu, di sanalah Allah, Dia berfirman : “Dialah yang menciptakanku dan Dia pula yang memberi petunjuk kepadaku” (QS 42:78).

Dia dibimbing dari satu pantai ke pantai lain, dan dari satu tempat ke tempat lain, sehingga berhenti pada tempat yang lurus. Tatkala dia ingat kepada Tuhannya, tampaklah kemurahan-Nya dan tersingkaplah rahasia kedermawanan-Nya. Kalbu yang menghendaki Allah akan memutuskan berbagai penghalang dan membelakangi segala hal yang ada di belakangnya. Oleh karena itu, apabila dia takut pada sebagian jalan kebinasaan, akan tampaklah keimanan dan keberaniannya, sehingga akan padamlah api ketakutan dan kekhawatirannya. Sebagai gantinya, datanglah kelembutan dan kegembiraan di dalam taqarrub kepada-Nya.

Apabila datang kepadamu rasa sakit, terimalah dengan penuh kesabaran, dan tetap tenanglah hingga datang obatnya. Apabila datang obatnya, terimalah dengan penuh rasa syukur. Apabila engkau selalu dalam keadaan demikian, kau akan hidup panjang.

Ketakutan pada api neraka akan memutuskan penyakit dalam hati orang-orang Mukmin, mencerahkan wajahnya, dan menjadikan hatinya penuh rasa takut. Apabila semua itu mereka alami, niscaya Allah akan mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada hati-hati mereka, dan Allah akan membuka pintu akhirat bagi hati-hati mereka hingga mereka melihat kebenaran janji-Nya. Apabila mereka sedikit tenang, tenteram dan santai, Allah akan membukakan bagi mereka pintu keagungan, dan memasuki hati dan jiwa mereka. Ketakutan mereka lebih kuat daripada ketakutan yang pertama. Apabila telah sempurna keadaan ini pada diri mereka, Allah akan membukakan baginya pintu kebaikan, sehingga mereka merasa tenang, tenteram, dan awas, serta menempati derajat setahap demi setahap.**[fat}

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s