Kekayaan yang didamba-2


Syeikh Abdul Qadir al-Jailani melanjutkan nasihatnya : janganlah bingung, katanya, ilmu tidak akan bermanfaat bagimu jika tanpa pengamalan. Engkau perlu mengetahui antara yang putih dan yang hitam, yakni hukum-hukum Allah. Ketahuilah hukum-hukum tersebut, hari demi hari dan tahun demi tahun, hingga engkau mendapatkan buahnya.

Ilmumu akan menyeru : “aku tidak akan membutuhkanmu jika kamu tidak mengamalkan diriku.Akan tetapi, aku pasti akan membutuhkanmu jika kamu mengamalkan diriku”.

Nabi saw. bersabda : “Ilmu memanggil amal hingga amal itu memenuhi panggilannya. Jika tidak, ilmu itu pergi”.

Berkah ilmu dapat menghilang meskipun pelayanannya tetap, syafaatnya bisa lenyap bagimu dari Maulanya. Masuknya ilmu ke dalam benakmu bisa terputus di dalam berbagai kebutuhanmu dan esensinya pun akan terlepas sehingga tinggal kulitnya. Dengan demikian, sesungguhnya esensi ilmu adalah amal. Tidak sah hukumnya bila engkau mengikuti Rasulullah saw, hingga kau mengerjakan apa yang beliau katakan. Apabila engkau mengerjakan apa yang diperintahkan kepadamu, hati dan batinmu akan diterima, sehingga masuklah keduanya kepada Tuhannya.

Ilmumu sering menyerumu, tetapi engkau tidak mendengarnya, sebab tidak ada hati dalam dirimu. Oleh karena itu, dengarkanlah ia dengan meminta izin dari hati dan batinmu. Terimalah perkataaannya, niscaya ia bermanfaat bagimu. Ilmu dengan amal akan mendekatkanmu kepada orang-orang yang mengajarkannya. Apabila engkau mengamalkan hukum yang merupakan ilmu pertama, niscaya akan muncul dalam dirimu ilmu kedua. Hatimu akan diliputi oleh hukum-hukum dan ilmu-ilmu lahir maupun batin. Pada saat demikian, wajib bagimu untuk mengeluarkan zakatnya. Wasiatilah sahabat-sahabat dan orang-orang yang memiliki keinginan dengan semua itu. Sebab, zakatnya ilmu adalah dengan menyebarkannya dan menyeru manusia kepada Allah SWT.

Siapa yang bersabar akan memiliki kemampuan. Allah SWT berfirman : ” Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan dicukupkan pahala bagi mereka tanpa batas” (QS 39:10).

Makanlah dengan cara bekerja, jangan makan dengan berutang. Bekerja, lalu makanlah. Tolonglah orang lain selain dirimu dengan memberi mereka makan. Orang-orang Mukmin itu bekerja dan para shiddiqun berusaha. Tidak ada kebahagiaan bagi profesi mereka selain memberikan perhatian kepada orang-orang fakir dan miskin. Mereka senantiasa memberikan uluran kasih sayang kepada mahluk. Dengan itu mereka mencari keridhaan Allah dan cintaNya. Mereka mendengar sabda Nabi saw : “Manusia pada dasarnya adalah keluarga Allah SWT. Manusia yang paling disukai oleh Allah adalah mereka yang bermanfaat bagi keluargaNya”.

Para wali Allah itu buta, tuli dan bisu terhadap mahluk. Jika hati mereka dekat dengan Allah, mereka tidak akan mendengar selain DiriNya dan tidak melihat selainNya. Mereka senantiasa diliputi kedekatan, diselubungi rasa takut, dan diselimuti kecintaan kepada Kekasih mereka. Mereka berada di antara Zat Yang Maha Mulia dan Maha Indah. Mereka tidak condong pada golongan kanan maupun kiri. Mereka senantiasa di depan, tidak di belakang. Manusia, jin, malaikat dan segenap mahluk melayani mereka. Ilmu dan hukum pun melayani mereka. Mereka diberi makan dengan keutamaan. Dari makanan keutamaanNya mereka makan, dan dari minuman kemurahanNya mereka minum. Mereka tidak disibukkan dengan omongan-omongan orang. Mereka ada dalam satu lembah, sementara orang-orang berada dalam lembah yang lain. Mereka menyeru manusia kepada Allah dan mencegah mereka dari kemungkaran. Mereka adalah pengganti Rasulullah. Merekalah sebenar-benarnya pewaris nabi. Mereka sibuk dengan mengantarkan manusia menuju pintu Allah SWT. Mereka memenuhi kebutuhan manusia, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, dan memberikan seluruh keutamaan yang dimilikinya. Mereka tidak mengambil hak-hak manusia, tidak juga mencukupi diri-diri dan nafsu mereka. Mereka mencintai Allah dan membenci karena Allah. Semua yang mereka miliki adalah untuk Allah, tidak ada bagian untuk yang lain sedikit pun. Siapa saja yang menyempurnakannya, akan sempurnalah persahabatannya. Dia akan mendapatkan kesuksesan dan keberuntungan. Dia akan dicintai manusia, jin, malaikat.langit dan bumi.

(Sumber :Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani karya Syeikh Sidi’ Abdul Qadir al-Jailani).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s