Orang Munafik, menyerah dan bertobatlah


Khusus kepada orang munafik dan hamba Allah yang lupa kepadaNya, Syeikh Abdul Qadir al-Jailani menyerukan, tidak ada kemuliaan bagimu, tidak juga kehormatan. Berserahdirilah, lalu bertobat, dan kemudian belajar. Beramallah dan bersikap ikhlaslah. Jika tidak, engkau tidak akan mendapatkan hidayah. Tidak ada permusuhan antara saya dan dirimu, selain bahwa saya berkata tentang kebenaran dan tidak berpihak kepadamu berpegang pada agama Allah. Engkauy sungguh telah dididik dalam didirkan orangtua di sekitarmu yang keras, pengasingan dan kefakiran yang juga keras. Apabila terdengar dari saya suatu perkataan, ambillah sebagai sesuatu yang bersumber dari Allah SWT. Sebab, sesungguhnya Dialah Yang mengajari saya untuk mengucapkannya. Apabila engkau masuk ke rumah saya, masuklah dengan tidak memakai pakaian diri dan hawa nafsumu. Seandainya engkau memiliki matahati, pasti bisa melihat saya, juga dalam keadaan yang sama.

Khusus kepada mereka yang menghendaki persahabatan dengan saya dan ingin mendapat manfaat dari saya, ketahuilah bahwa saya tidak memiliki apa pun; tidak dunia, tidak juga akhirat. Siapa saja yang bertobat karena saya, bersahabat dengan saya, berbaik sangka kepada saya, dan mengamalkan perkataan saya, sesungguhnya semua itu adalah kehendak Allah SWT. Para nabi diajari oleh Allah dengan firman-firmanNya, sementara para wali diajari oleh Nabi dengan hadis-hadisnya. Hadis adalah ilham bagi hati mereka, sebab mereka adalah orang-orang yang menerima nasihat para nabi, para khalifah, dan para penerus mereka. Allah berbicara. Dia berbicara kepada Musa as. Dia adalah kalamNya, bukan sekedar mahlukNya. Allah Yang Mahatahu akan perkara-perkara ghaib telah berfirman kepadanya. Dia berfirman kepadanya dengan apa yang dia pahami dan dia mengerti tanpa perantara. Allah pun berfirman kepada Nabi kita, Muhammad saw, tanpaperantara. Itulah Al Quran, tali Allah Yang Mahakuat. Al Quran berada di antara dirimu dan Allah Yang Mahaagung dan Mahatinggi. Al Quran diturunkan oleh Jibril kepada Nabi saw sebagaimana yang diberitakan olehnya. Kita tidak boleh mengingkari dan menentang keberadaannya.

Ya Allah, tunjukilah seluruh manusia, ampunilah seluruh manusia, dan kasihilah seluruh manusia.

Diriwayatkan bahwa Amir al Mu’minin al-Mu’thasim Billah pernah berkata saat menjelang kematiannya, “Demi Allah, aku bertobat kepada Allah dari apa yang aku perbuat dalam hal yang terkait dengan Ahmad bin Hanbal, karena aku tidak mengikuti salah satu perkara yang diperintahkannya, padahal orang selainku mengikutinya”.

Wahai fakir, tinggalkanlah perkataan yang tidak ada manfaatnya. Tinggalkan sikap fanatik pada mazhab, dan sibukkanlah dirimu dengan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratmu. Dengan itu, niscaya engkau akan melihat dari dekat kabar tentang dirimu dan, ingatlah perkataan saya ini. Kosongkanlah hatimu dari keinginan pada dunia, sebab kau berasal darinya. Janganlah terlalu mencari kesempurnaan hidup di dunia, sebab dunia tidak akan bisa diraih oleh tanganmu. Rasulullah saw, bersabda : “Kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat”.

Kurangilah angan-anganmu, niscaya engkau akan hidup zuhud di dunia. Sebab, zuhud sepenuhnya adalah mengurangi angan-angan. Tinggalkanlah kawan-kawanmu yang buruk dan putuskanlah cinta di antara mereka dan dirimu, lalu hubungkanlah cinta itu antara dirimu dengan orang-orang salih. Tinggalkan pula orang-orang dekatmu jika mereka termasuk kawan-kawan yang buruk. Sebaliknya, sambungkanlah dirimu dengan orang-orang yang terjauh jika mereka termasuk kawan-kawan yang baik. Siapa saja yang kau cintai, akan tercipta keakraban antara dirimu dan dirinya. Oleh karena itu, perhatikanlah orang-orang yang kau cintai.

Apakah keakraban itu ? Keakraban tidak lain adalah cinta kasih. Tanggalkanlah sikap mencari-cari apa-apa yang menjadi hakmu atau yang bukan hakmu. Sebab, pencarianmu pada apa-apa yang menjadi hakmu adalah aib. Sementara pencarian pada yang bukan hakmu adalah sesuatu yang dibenci dan merupakan pengkhianatan. Oleh karena itu, Nabi saw bersabda : “Di antara berbagai siksaan Allah kepada para hambaNya adalah karena upaya mereka mencari sesuatu yang bukan haknya”.

(SUMBER : Al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani karya Syeikh Sidi’Abdul Qadir al-Jailani.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s