Memahami sistem Tuhan


Allah berfirman : ”Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNya manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Allah menciptakan semua itu dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang yang mengetahui” (QS 10:5).

Di sini, sekali lagi, kita bertemu dengan ungkapan Dia menjelaskan tanda-tanda kepada orang yang mengetahui. Hanya orang yang mengetahui yang dapat memahami penjelasan Tuhan. Apa yang harus diketahui ?

Ayat di atas sesungguhnya mengajak manusia untuk mengetahui sistem Tuhan dalam mengatur kehidupan alam semesta dan manusia. Dan sistem itu diciptakan olehNya dengan satu ucapan saja, yaitu kun. Sejak Tuhan berucap kun, proses itu terus berjalan tanpa henti. Menarik untuk direnungkan tentang kun ini. Apakah kun ini hanya diucapkan oleh Tuhan sekali untuk selamanya, ataukah, Tuhan mengucapkan kun setiap kali Dia menghendaki sesuatu itu terjadi ?

Tetapi yang jelas, Tuhan sudah menciptakan sistem, dan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini tunduk berada dalam sistem Tuhan. Sekali sistem itu berjalan, ia akan terus berjalan sampai Tuhan menghentikan sistem itu. Dalam sistem itulah segala sesuatu berjalan, sehingga barangkali, inilah yang disebut sebagai ketentuan Tuhan, atau dalam bahasa Arab disebut sebagai fitrah Allah.

”Tidak ada perubahan pada fitrah Allah.” (QS 30:30) artinya, fitrah atau sistem Tuhan itu tidak akan berubah sampai kapan pun. Sehingga segala sesuatu yang berada di dalam sistem itu, dia akan senantiasa mengikuti proses menjadi sesuatu ”yang lain”. Binatang, sebagai mahluk Tuhan yang hidup dan berada di dalam sistem Tuhan, akan senantiasa mengikuti proses menjadi sesuatu ”yang lain”. Dari awal, mungkin dia berada dalam bentuk nutfah yang kemudian beralih bentuk menjadi telor atau ”bayi” untuk binatang menyusui. Keberadaannya sebagai nutfah yang kemudian berubah menjadi telor atau ”bayi” itu berjalan menurut sistem Tuhan. Bahkan jauh sebelum itu, ketika jantan dan betina mulai tumbuh birahinya itu pun sudah merupakan bagian dari sistem Tuhan yang berjalan dalam keseimbangan yang sempurna. Lalu terjadilah perkawinan antara jantan dan betina yang terus berproses menjadi telur atau ”bayi”, hingga dia menetas atau lahir, adalah salah satu bukti bahwa sistem Tuhan terus berjalan.

Ada musim kawin pada binatang, yaitu pada bulan-bulan tertentu. Musim kawin pada binatang adalah sebuah sub-sistem dari sistem Tuhan untuk memberikan tambahan penghuni alam semesta atau menggantikan penghuni lama yang musnah, baik karena mati tua atau karena dimangsa oleh predatornya. Itulah keseimbangan, ada yang pergi dan ada yang datang. Ada predator dan ada yang dimangsa itu pun menunjukkan bukti sebuah keseimbangan yang berjalan di atas sistem Tuhan.

Kesempurnaan sistem Tuhan itu tergambar dalam berbagai peristiwa dan keadaan yang tampil tanpa cacat. Itu terjadi hanya dalam sekali kun, dan semuanya berproses sebagai gambaran Asma Tuhan. Ketika pertama kali kun diucapkan, Tuhan sedang menampilkan manifestasi namaNya Al-Kholiq, Sang Pencipta Tunggal, yang menciptakan unsur atau anasir-anasir. Lalu ketika anasir-anasir itu kemudian Dia ubah menjadi benda-benda, dan dari benda-benda menjadi planet, Tuhan menempatkan dirinya sebagai katalisator, menampilkan manifestasi AsmaNya Al-Mushowir, Sang Pembentuk Tunggal, Al-Bari’ Yang Maha Mengadakan dari tiada menjadi ada. Kemudian, ketika Tuhan menjadikan mizan, neraca atau keseimbangan, ketika itu Dia sedang menampilkan manifestasi AsmaNya Al-’Adl Sang Adil Sejati, begitu juga ketika Dia menciptakan sistem dan menempatkan ciptaan-ciptaanNya ke dalam satu sistem, Dia sedang menunjukkan manifestasi NamaNya Al-Qabidh Sang Pengendali Tunggal karena sistem itu ada di dalam kekuasaanNya, sehingga Dia pun Al-Qahhar, Sang Penguasa Tunggal atas sistem yang Dia kendalikan sendiri. Selanjutnya, ketika semuanya sudah siap, dan Dia menghidupkan sistem sehingga semua ciptaanNya pun hidup, berjalan, menjadi sub-sistem dari sistem yang Dia ciptakan, ketika itu Dia sedang menampilkan manifestasi NamaNya Al-Muhyi Sang Pemberi Kehidupan Tunggal, Al-Muqit Sang Pemelihara Tunggal, Al-Qayyum Sang Mahamandiri.

Sehingga tentu saja, menurut hemat saya, Tuhan tidak perlu berulang-ulang menyatakan kun untuk segala hal berikutnya setelah Dia menciptakan sistem dan menjadikan sistem itu hidup berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga ketika seorang suami tertarik melihat kemolekan tubuh isterinya, lalu dia mencumbunya untuk menggugah hasrat si isteri, maka sebenarnya kejadian itu berjalan menurut sistem yang sudah diciptakan Tuhan. Sistem, yang acapkali disebut sebagai fitratullah dan pada kesempatan lain disebut sebagai sunatullah, lalu pada kali lain disebut sebagai Kitabullah, itu sebenarnya merupakan pernyataan yang sangat jelas betapa Tuhan selalu terlibat dalam setiap kejadian di alam semesta ini.

”Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia mengetahui segala sesuatu” (QS 6:101).(BERSAMBUNG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s