Di mana Allah menyembunyikan waliNya ?


Perlu diketahui bahwa Allah Swt menguji kalangan sufi dengan manusia. Jika mereka bersabar menghadapi gangguan manusia, Allah meninggikan derajat mereka, menyempurnakan cahaya mereka, mewujudkan pewarisan mereka. Dia akan menguji mereka sebagaimana generasi sebelum mereka. Orang yang paling sempurna memberikan petunjuk kepada mahluk adalah Rasulullah saw. Namun, ada sekelompok orang yang membenarkannya berkat karunia Allah dan ada pula yang dihijab oleh Allah.

Terkait dengan kaum sufi, manusia terbagi ke dalam dua kelompok. Ada yang yakin dan ada yang suka mengkritik. Ada yang percaya dan ada yang mengingkari. Orang yang membenarkan pengetahuan mereka dan rahasia para sufi adalah hamba yang Allah akan memasukkannya ke dalam golongan mereka. Namun teramat sedikit orang yang mengakui keistimewaan dan pertolongan Allah kepada kaum sufi. Itu disebabkan oleh kebodohan, kelalaian, dan kebencian manusia ketika mereka melihat ada orang yang kedudukannya lebih tinggi darinya. Bukankah Allah sendiri sudah menyatakan ”akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui”(QS 13:6). Bagaimana seorang hamba bisa mengetahui rahasia yang Allah berikan kepada para waliNya dan terangnya cahaya yang ditanamkan dalam hati para kekasihNya ? Orang yang dimuliakan Allah harus memiliki tanda-tanda yang jelas dan suatu karakter yang istimewa. Dan banyak orang yang binasa karena mengingkari keistimewaan para sufi. Akal kebanyakan manusia tidak menerima bahwa keistimewaan semacam itu diberikan kepada selain Nabi. Menurut mereka, sesuatu yang istimewa dan luarbiasa hanya diberikan kepada orang yang mendapat penjagaan Allah. Mereka tidak tahu bahwa setiap karamah para wali sebenarnya merupakan mukjizat dari Nabi yang mereka teladani. Mereka menduga bahwa karamah wali adalah bagian dari maqam kenabian. Tentu saja tidak mungkin nabi dan wali berada dalam satu maqam. Abu Yazid berkata ”Para wali dan para nabi mengambil dari khasanah yang sama. Khasanah itu bagaikan kantong berisi madu yang sebagiannya dipercikan. Nah, madu yang di dalam kantong adalah untuk para nabi, sementara percikannya untuk para wali”.

Perlu kami tegaskan bahwa orang yang merasa mulia dengan sosok yang mulia, tidakserta merta menjadi mulia. Para wali Allah merasa mulia dengan para nabi. Melalui petunjuk mereka para wali mendapatkan petunjuk dan mengikuti jalan mereka. Karena itu, mereka tidak bisa meraih kemuliaan seperti para nabi. Sebab, mereka mulia lewat para nabi. Bukankah Allah telah berfirman : ”kemuliaan itu hanya milik Allah, milik Rasul, dan milik kaum beriman”.(QS 63:8) Jadi, menetapkan kemuliaan Rasulullah saw dan kaum beriman tidak membuat mereka menjadi sekutu Allah dalam kemuliaanNya.
Perbedaan pandangan manusia terhadap para wali dan kewalian merupakan kebijaksanaan Allah. Selain itu, seandainya semua manusia membenarkan kewalian, para wali tidak bisa menunjukkan kesabaran atas pengingkaran mereka. Sebaliknya, jika semua orang mengingkarinya, ia tidak bersyukur atas pembenaran mereka. Karena itu, dengan pilihanNya yang terbaik, Allah menetapkan perbedaan pandangan manusia dalam menyikapi para wali : ada yang membenarkan dan ada yang mendustakan. Tujuannya adalah agar para wali bersyukur karena ada orang yang membenarkan mereka dan bersabar terhadap orang yang mendustakan mereka. Iman terdiri atas dua bagian : sabar dan syukur.

Perlu diketahui bahwa karena kedudukan wali begitu mulia di sisi Allah, Dia menjadikannya terhijab dari pandangan mahluk meskipun ia berada di tengah-tengah mereka. Atau dengan kata lain, Allah menyembunyikan walinya di tengah-tengah manusia. Keberadaannya di tengah-tengah mahluk hanya dari sisi lahiriah ilmu dan petunjuknya. Sementara rahasia kewaliannya tetap tersembunyi tak terketahui mahluk. Syekh Abu al-Hasan r.a. berkata : ”Setiap wali mempunyai hijan dan hijabku adalah asbab”.

Di mana Allah menyembunyikan walinya ? Insya Allah akan kita bicarakan dalam catatan berikutnya.****

(Dari : Latha’if al-Minan karya : Syeikh Ibnu Athaillah).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s