Memahami Agama


Nabi saw bersabda, “Apabila Allah telah menghendaki kebaikan untuk hambaNya, maka Dia akan memberinya pemahaman agama dan Dia akan memperlihatkan kepadanya kekurangan dirinya”.

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani memberi nasehat : “Memahami agama adalah sebab untuk mengenal diri. Barangsiapa yang menganl Tuhannya Azza wa Jalla, maka dia mengetahui segala sesuatu yang menunjang peribadatannya dan membebaskan dirinya dari peribadahan kepada sesuatu selain Dia. Tidak ada keberuntungan yang akan kau dapat, tidak juga keselamatan, sampai engkau bisa memengaruhi orang lain untuk berbuat baik. Engkau tidak akan mendapat keselamatan hingga kau bisa mengutamakan agama di atas syahwat, mengutamakan akhirat di atas dunia, mengutamakan Pencipta di atas mahluk. Kebinasaanmu terletak pada kebiasaanmu mendahulukan syahwat di atas agama, mendahulukan dunia di atas akhirat, dan mendahulukan mahluk di atas Khalik. Amalkanlah ini, dan itu cukup untukmu. Jika engkau tetap dalam keadaan demikian, maka engkau bisa terhalang dari Allah Azza wa Jalla. Tidak ada balasan untukmu. Sebab, balasan itu akan munculsetelah ada permintaan. Jika engkau memenuhinya dengan amal, niscaya Dia akan membalas amal perbuatanmu pada waktu engkau memohon kepadaNya. Keberadaan tanaman akan terbukti setelah seseorang menanamnya. Oleh karena itu, bertanamlah sehingga engkau bisa menuai hasil tanammu. Nabi saw bersabda, “Dunia adalah ladang akhirat”.

Hendaklah engkau bertanam keimanan, dengan hati dan badan. Hendaklah engkau memajaknya dengan baik, mendatangkan air yang cukup serta menyiraminya dengan amal saleh. Jika hatimu telah menjadi lembut, halus, dan penuh kasih, maka tanamanmu akan tumbuh di sana. Jika hatimu keras dan kasar, berarti tanah tempat bertanam itu gersang, dan tanah yang gersang tidak dapat menumbuhkan tanaman. Jika engkau menanam dengan modal kebodohan maka tidak akan tumbuh apa-apa di sana, bahkan hanya akan mendakati kehancuran. Pelajarilah perihal tanaman yang kau tanam dari petaninya. Janganlah merasa cukup hanya menurut pendapatmu sendiri. Nabi saw bersabda, “Minta tolonglah engkau dalam setiap pekerjaanmu kepada ahlinya”.

Tidak jarang engkau disibukkan oleh tanaman dunia, bukan oleh tanaman akhirat. Tidakkah engkau tahu bahwa pencari dunia tidak akan beruntung tanpa disertai akhiratnya ? Sungguh hal itu tidak dipandang oleh Allah. Apabila engkau menghendaki akhirat berarti engkau harus meninggalkan dunia. Bila engkau menghendaki Allah Azza wa Jalla, berarti engkau harus meninggalkan dunia dan segenap mahluk. Dengan begitu, niscaya engkau akan mencapaiNya. Apabila engkau telah melakukannya dengan benar, maka akan datang kepadamu dunia dan akhirat, juga bagianmu dari harta dan segenap mahluk akan mengikutimu dengan penuh kepatuhan. Sebab, pada saat itu, yang utama telah kau miliki, sedangkan tiap-tiapcabang selalu mengikuti yang utama.

Hendaklah engkau menjadi orang yang berakal. Tidak ada keimanan dalam dirimu jika tidak ada akal dalam dirimu. Tidak ada keistimewaan dalam dirimu jika engkau berdiri bersama mahluk dan bersekutu dengannya. Engkau akan celaka atau binasa jika engkau tidak bertobat. Doronglah dirimu menuju jalan kaum Muslimin. Doronglah dirimu menuju pintu mereka. Janganlah engkau berdekatan dengan mereka hanya dengan badanmu saja, dan tidak disertai hatimu. Janganlah berdekatan dengan mereka disertai kemunafikan, pengakuan, dan kegilaanmu. Sesungguhnya engkau harus berdekatan dengan mereka disertai hati dan batinmu, dengan tawakal dan sabar atas bencana, serta ridha atas bagianmu.[fat]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s