Empat Kategori Tauhid


Tauhid adalah ajaran semua Rasul dan Nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk memberikan pencerahan rohani kepada umat manusia. Meskipun diungkapkan dengan menggunakan berbagai bahasa dan pendekatan, pada intinya tauhid adalah suatu ajaran tentang bagaimana menyelaraskan hidup kita dengan Tuhan. Isyarat itu dinyatakan (misalnya) dalam firmanNya : Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa.(QS 2:21).

Ayat ini secara eksplisit merupakan perintah agar manusia menyembah Tuhan yang telah menciptakan manusia dari sejak awal penciptaan dahulu, yakni sejak Adam as hingga manusia berikutnya berturut-turut sampai akhir zaman. Namun demikian, secara implisit ayat ini merupakan arahan kepada manusia untuk hanya menyembah Tuhan Yang Satu. Atau dengan kata lain, ini adalah pernyataan paling sahih mengenai keesaan Tuhan, dan sekaligus kesatuan akidah yang harus dibangun sejak manusia mulai dapat mendayagunakan akalnya.

Ajakan kepada manusia untuk bertauhid, menyembah satu Tuhan, adalah tugas utama dan satu-satunya yang diemban oleh para Nabi dan Rasul. Mari kita lihat, bagaimana para Nabi dan Rasul berdakwah kepada manusia untuk hanya menyembah satu Tuhan.

Nabi Saleh as menyerukan Sembahlah Allah (QS 27:45). Ia menyerukan ajaran Tauhid melalui pengenalan terhadap Allah, yaitu makrifatullah. Begitu juga Nabi Nuh as menyeru kaumnya Sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepadaNya dan taatlah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu……. (QS 71:3,4) Bahkan Isa as pun menyatakan Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.(QS 43:63,64) Lalu Nabi Syuaib as pun menyeru kaumnya, yaitu penduduk Mad-yan Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah hari ahir, dan janganlah berkeliaran di muka bumi membuat kerusakan.(QS 29:36) Menyembah hanya Allah saja, begitulah Tauhid yang diajarkan oleh para Nabi dan Rasul.

Namun demikian, ada kecenderungan di zaman ini, adanya upaya untuk mereduksi ajaran Tauhid yang sangat agung dan mulia ini dengan membatasinya hanya sekedar tidak berdoa di makam, tidak menabur bunga di makam, tidak mengadakan selamatan, atau, jangan mempercayai ramalan, undian nasib dan sebagainya. Padahal, kemuliaan ajaran Tauhid adalah upaya dan perjuangan manusia yang tidak mengenal menyerah untuk bermakrifat kepada Allah sehingga mereka akan meninggalkan sesembahan dan kepercayaan yang menjauhkan manusia dari Allah SWT.

Oleh karena itu, jika kita bicara Tauhid, maka akan kita jumpai empat kategori manusia dalam bertauhid, yaitu : pertama tauhidnya orang munafik yang hanya terbatas sampai pada melafalkan kalimat la ilaa ha illallah tetapi tidak meyakininya sebagai suatu kebenaran. Syahadat mereka (karena hanya dibibir) tidak berpengaruh dalam perilaku hidupnya.

Kedua tauhidnya orang awam yang disebarkan oleh para teolog skolastik (mutakallim). Iktikadnya hanya menyentuh permukaan hati, sehingga hanya sampai pada tataran berwacana. Tidak ada komitmen yang sungguh pada syahadat mereka.

Ketiga, tauhidnya orang yang sudah merealisasikan tauhid lewat pengalaman, melalui penyingkapan (kasyf) dan penyaksian (musyahadah) bahwa tidak ada pelaku lain selain Allah.

Keempat, tauhidnya orang yang melihat ketunggalan dalam semua perwujudan, karena yang jamak sudah tak terlihat lagi. Seperti esensi jus yang diekstrak dari sarinya. Inilah puncak Tauhid yang telah dicapai oleh para Nabi, Rasul dan para Aulia.

Semoga Allah membimbing kita untuk sampai pada tataran puncak Tauhid denganNya. Amin.**(fat).

3 responses to “Empat Kategori Tauhid

  1. Kata “menyembah” banyak digunakan oleh penganut agama, penganut kepercayaan bahkan penganut animisme.Yang dimaksud “menyembah” pada kajian anda tentu tidak sama dengan “menyembah” yang dianut oleh meraka yang non Islam. Penjelasannya? Wassalamu ‘alaikum Wr Wb.

    • Terimakasih telah mengunjungi rumah saya. Manusia memang diperintahkan untuk menyembah Tuhan. Firman Allah dalam Al Quran : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku (QS 20:14). Maka tentu saja, pemeluk Islam, wajib menyembah Allah sesuai dengan perintah tersebut. Untuk menyembah sedikitnya dibutuhkan empat syarat, yaitu : (1) tahu/kenal dengan yang disembah; (2) antara yang disembah dengan yang menyembah berada di tempat yang sama ; (3) antara yang menyembah dan yang disembah saling berhadapan dan (4) tahu caranya menyembah.
      Mudah-mudahan penjelasan ini cukup memadai.
      Wallohua’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s