Sembahyang dan salat


Allah berfirman : “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku (QS 20:14).

Melalui firmanNya itu, Allah memberitahukan kepada kita dua hal yang selama ini seringkali nyaris tidak pernah kita perhatikan, sehingga menjadi rancu. Apakah sembahyang itu sama dengan salat, atau apakah salat itu sama dengan sembahyang ? Kerancuan ini sangat niscaya, karena ada pengertian-pengertian tentang sembahyang yang dihasilkan oleh olah pikir manusia. Ada yang menyebutkan bahwa sembahyang itu berasal dari dua kata, yaitu sembah dan Hyang. Pengertian Hyang ini selalu didekatkan atau bahkan dilekatkan kepada pemeluk agama Buddha maupun Hindu. Hyang adalah panggilan kepada Tuhan oleh pemeluk kedua agama tersebut. Akibatnya istilah sembahyang itu kemudian ditolak oleh pemeluk Islam.

Tetapi, melalui ayat QS 20:14 ini, Allah terlebih dahulu memberitahukan – atau bisa juga memperkenalkan – DiriNya kepada manusia melalui ungkapan sesungguhnya Aku ini adalah Allah. Setelah itu, Allah menjelaskan lebih jauh tentang Jati DiriNya, yaitu tidak ada Tuhan selain Aku. Atau karena teks Arabnya berbunyi La ilaha illa ana maka bisa juga dimaknai tidak ada yang berhak disembah selain Aku. Barulah setelah itu Dia memerintahkan maka sembahlah Aku. Karena hanya Dia satu-satunya Zat yang berhak disembah, maka yang disembahpun hanyalah Dia. Karena hanya Dia yang berhak disembah, konsekuensinya adalah, hanya Dia yang harus selalu diingat. Cara mengingat Dia adalah dengan salat, sebagaimana yang diungkapkan sendiri oleh Allah, dirikanlah salat untuk mengingat Aku.

Jadi, di sini ada dua hal yang selama ini nyaris luput dari perhatian kita, karena kekurangcermatan kita dalam membaca Al Quran. Jika Allah menyebutkan perintah sembahlah Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku, tentulah keduanya bukan sesuatu yang sama. Ada dua pengertian yang harus dicermati. Pertama, pengertian menyembah, yang merujuk pada adanya dua pihak, yakni pihak yang disembah yaitu Tuhan (Allah), dan pihak yang menyembah, yaitu manusia.

Menyembah mensyaratkan empat hal, yaitu (a) kenal dengan Zat yang disembah, dalam hal ini adalah Allah. Mustahil seseorang akan menyembah sesuatu yang tidak pernah dikenalnya. Kalaupun ia menyembah “sesuatu”, maka “sesuatu” itu adalah angan-angannya sendiri, atau sesuatu yang diada-adakan; (b) tahu/mengerti tempat keberadaan Zat yang disembah, karena dengan mengetahui keberadaan yang disembah, maka para penyembah akan mendatangi yang disembah. Dalam kaitannya dengan Allah, maka keberadaan Allah adalah di Baitullah atau di Rumah Allah, sehingga manusia harus mendatangi Baitullah untuk menyembah Allah, karena (c) antara yang disembah dan yang disembah harus saling berhadapan, sehingga tidak mengherankan ada pernyataan inni wajjahtu wajhiya. Dan yang terakhir (d) harus tahu caranya menyembah.

Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa menyembah merupakan interaksi antara yang menyembah dengan yang disembah. Penyembah menghadapkan wajahnya kepada yang disembah. Sifat penyembahan adalah personal, karena ini masuk ke dalam pengertian hablumminallah.

Kedua, pengertian salat. Kata salat bermakna menyambung atau menghubungkan. Sehingga pengertian salat adalah cara menghubungkan diri dengan Zat yang sudah dikenali melalui ketika seseorang menyembah. Maka perintahNya untuk mengingat Aku, yakni mengingat Zat yang sudah disembah. Jika penyembahan terjadi di satu tempat yang sama antara yang disembah dengan yang menyembah, maka mengingat tidak selalu seperti itu. Artinya, mengingat dapat dilakukan di mana pun.

Meskipun demikian, karena ini berkaitan dengan Allah, maka cara mengingatNya pun diatur melalui syariat, yang disebut salat. Maka Allah menyatakan : ingatlah Allah, sebagaimana kamu mengingat nenek moyangmu, atau bahkan lebih dari itu (QS 2:200). Kita dapat mengingat nenek moyang kita – yaitu orang-orang yang menjadi marga lantaran kita berada di dunia seperti orangtua, kakek, nenek dll – di mana pun dan kapan pun. Kita akan mudah mengingat mereka, walaupun kita berjauhan atau barangkali mereka sudah meninggal dunia. Allah menyatakan sebagaimana mengingat nenek moyangmu, artinya, kita akan dapat mengingat Allah jika kita mengenal Dia sebagaimana kita mengenal nenek moyang. Namun cara mengingatnya diatur melalui tatacara tertentu yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Karena Allah menyatakan bahkan lebih dari itu merupakan isyarat adanya kekhasan cara mengingat, yakni melalui salat. Nabi Muhammad saw sebagai panutan kita memberikan perintah salatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku salat, yakni dengan cara yang diawali dengan takbiratul ikram dan diakhiri dengan salam.

Tetapi hal yang paling krusial adalah salat yang benar-benar ingat Allah, bukan hal-hal selain Allah. Jika kita mengingat nenek moyang, kita dapat mengingat seperti apa wajahnya, tinggi badannya, cara berjalannya, suaranya dll, maka bagaimana dengan mengingat Allah ? Ini sungguh pertanyaan yang amat krusial. Walaupun demikian, Allah pun memberitahukan : Dan ingatlah Allah sebagaimana yang ditunjukkanNya kepadamu, dan sebelum itu sesungguhnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat (QS 2:198).

Sungguh sulit untuk menjelaskan ayat tersebut, karena menyangkut banyak aspek yang harus disikapi dengan penyampaian penjelasan yang bijaksana. Tetapi sekedar sebagai informasi, ayat-ayat yang kita sebutkan, yakni QS 2:200 dan QS 2:198 itu berkaitan dengan ibadah haji. Sebagaimana kita ketahui, ibadah haji sering dimaknai sebagai mengunjungi baitullah, sehingga jamaah haji sering disebut sebagai tamu Allah. Jika kita mengunjungi rumah kerabat atau sahabat kita untuk bertamu, maka kita akan masuk ke rumah kerabat/sahabat kita untuk bertemu. Permisalan ini mudah-mudahan dapat menjadi jalan bagi Anda untuk mendapatkan penjelasan tentang mengingat Allah sebagaimana yang ditunjukkanNya kepadamu.

Wallohua’lam.**(fat)

One response to “Sembahyang dan salat

  1. salat lima waktu yang disyariatkan dalam islam yang kita kerjakan selama ini apakah itu yang benar sesuai yang dikehendaki allah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s