DAHULUKANLAH TUHAN SEBELUM YANG LAIN-2


Pada tulisan sebelumnya, aku mengajak kamu untuk memahami sesuatu dari hal yang paling luar dahulu. Mula-mula kita mencermati kalimat dari rangkaian kata-katanya, kemudian kita mencocokkannya dengan diri kita yang paling luar, yaitu jasad kita.

Sekarang, mari kita mencari lebih jauh ke kedalaman diri kita. Seperti kalian ketahui, Anakku, manusia itu terdiri dari dua unsur, yang jasad dan roh. Jasad itu letaknya di luar dan bisa dikenali dengan mudah dengan melihat atau meraba. Roh berada atau bersemayam pada jasad kita. Sehingga jika dikatakan bahwa negeri akhirat itu ada pada jasadmu, itu artinya, terletak pada bagian terdalam dari diri kita. Maka yang dapat merasakan kebahagiaan negeri akhirat pun adalah diri kita yang tidak dapat diraba atau dilihat dengan mata kepala, yaitu roh.

Roh-lah yang harus melakukan perjalanan menemukan negeri akhirat. Di sini, kalian harus mulai menyadari, bahwa perjalanan menemukan negeri akhirat itu tidak ada atau tidak dapat ditemukan caranya di dalam text book. Text book adalah konsumsi otak atau pikiran, bukan konsumsi hati atau qolbu. Maka, untuk mendapatkannya pun haruslah dengan bimbingan langsung dari orang-orang yang memiliki ilmunya. Pada zaman nabi, para nabi itulah yang membimbing umatnya secara langsung bagaimana caranya menempuh perjalanan rohani menemukan negeri akhirat. Setelah nabi wafat, terutama setelah nabi Muhammad saw wafat, maka para ahli waris nabi lah yang mengajarkan secara langsung cara menempuh perjalanan rohani kepada orang-orang yang membutuhkan. Mengikuti tradisi para nabi yang mengajarkan ilmu ini secara pribadi kepada orang-orang yang butuh, maka para ahli waris nabi itu pun menempuh cara yang serupa.

Anakku, hendaklah kalian menyadari, bahwa pada masa nabi, ada dua kelompok manusia yang menjadi pengikut, yaitu kaum (umat) dan sahabat (murid). Kaum atau umat adalah manusia yang hidup di masa seorang nabi dan dia mengimani nabi dan apa-apa yang diajarkan kepada mereka. Sedangkan sahabat (murid) adalah orang-orang yang selalu bersama-sama nabi ke manapun dan di mana pun. Nabi Isa as mempunyai 12 orang murid yang setia, yang tidak pernah berpisah. Nabi Muhammad saw mempunyai 4 sahabat utama, yaitu Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali yang sangat setia, serta sahabat-sahabat lain di luar 4 sahabat utama itu.

Golongan murid atau sahabat itulah orang-orang kepercayaan para nabi. Kepada mereka lah para nabi mengajarkan ilmu ini secara langsung. Ilmu ini oleh Nabi Muhammad saw disebut sebagai ilmu yang disimpan rapih yang hanya diketahui oleh orang-orang yang telah memakrifati Allah secara kaffah. Nabi Muhammad saw tidak menyebut bahwa ini ilmu yang dirahasiakan, karena memang tidak ada yang harus dirahasiakan. Nabi menyebutnya ilmu yang disimpan rapih, artinya tidak sembarang waktu boleh dibuka, dan tidak diajarkan kepada sembarang orang. Nabi bahkan memerintahkan ilmu ini tidak boleh diajarkan kepada orang-orang yang tidak membutuhkan, sebab nanti akan menjadi fitnah; tetapi jika ada yang membutuhkan, maka ilmu ini harus diajarkan kepadanya, karena jika tidak diajarkan, maka akan menjadi fitnah.

Artinya, pengajaran ilmu ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati, cermat dan teliti. Tradisi (sebutlah begitu) mengajarkan ilmu ini dengan cara ini, dipatuhi oleh para ahli waris nabi, yaitu para sunan, wali dan para ulama makrifat hingga hari ini. Artinya, ilmu ini masih utuh dan asli hingga hari ini di tangan para ahli waris nabi.

Oleh karena itu, Anakku, kalian harus berusaha menemukan ahli waris nabi ini, dan ambillah ilmu ini darinya agar kalian mendapatkan negeri akhirat. Ini penting sekali, karena negeri akhirat adalah prioritas hidup pertama yang harus kalian peroleh sebelum prioritas hidup lainnya. Ilmu yang diajarkan oleh para ahli waris nabi itu, tidak berupa buku atau tulisan, tetapi berupa laku utama yang akan diajarkan secara langsung kepadamu, sehingga kalian akan mampu memakrifati Allah secara kaffah. Dengan begitu, kalian akan menjadi golongan arifbillah yang terhormat di sisi Allah walaupun hidup dan berjalan di tengah-tengah umat manusia.

Demikian, sekilas tentang prioritas hidup pertama carilah pada apa yang dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat. Sedangkan prioritas kedua janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia akan kita bahas pada tulisan berikut. Insya Allah.

(BERSAMBUNG)

2 responses to “DAHULUKANLAH TUHAN SEBELUM YANG LAIN-2

  1. Terimakasih Pak Fathur atas tulisananya..jadi nambah wawasan baru nih..
    Sekedar masukan ,bagaimana kalau ada tulisan yang dibilang dari Nabi (misalnya ilmu yang disimpan rapih yang hanya diketahui oleh orang-orang yang telah memakrifati Allah secara kaffah) dicantumkan hadistnya riwayat siapa ..biar lebih meyakinkan terutama seperti saya yang masih belajar..

    • Terimakasih, Mas Triyanto komentarnya. Tentang ilmu yang disimpan rapih itu lengkapnya begini : Sesungguhnya sebagian ilmu seperti harta karun yang tersimpan rapih, yang tidak diketahui kecuali oleh para ulama yang mengenal Allah. Maka ketika mereka mengucapkannya, maka tidak ada yang mengingkari mereka kecuali orang yang keblinger (gurur) dengan Allah.. Hadis itu saya kutip dari karya Al-Ghazali MISYKAH AL-ANWAR dalam kata pengantar. Sayang sekali, hadis itu tidak disebutkan perawinya. Namun demikian, insya Allah, jika saya menemukannya dari sumber lain, akan saya cantumkan. Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s