DAHULUKANLAH TUHAN SEBELUM YANG LAIN-3


Anakku, mari kita melanjutkan pembicaraan kita. Kali ini tentang prioritas hidup kedua dari empat prioritas hidup kita, yaitu “janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia”

Wahai Anakku, perhatikanlah ungkapan tersebut dengan seksama. Jika kalian cukup jeli, kalian akan melihat, kalimat yang sederhana itu sebenarnya mengajarkan kepada kalian banyak hal. Penggunaan kata ganti orang kedua tunggal, menunjukkan kepada kita bahwa sebenarnya perintah Allah itu bersifat individual yang harus dikerjakan secara individual pula. Inilah yang dikategorikan sebagai fardhu ain. Kewajiban individual. Dalam kaitan dengan dirimu, maka Allah mengingatkan kepadamu bahwa di dunia ini ada bagianmu yang harus selalu kamu ingat. Acuan utama yang harus kalian ingat adalah, hal-hal yang berkaitan dengan dunia, itu berhubungan dengan keperluan jasad atau badan, keperluan yang berkaitan dengan jasadiah atau badaniah karena keberadaan manusia di dunia hanya ketika masih tinggal di dunia.

Maka Allah hanya memberitahu supaya kamu tidak melupakan bagian duniawimu, yaitu keperluan yang menyangkut pangan, sandang, papan, bergaul dengan sesama, saling bekerjasama, membangun persaudaraan, hidup bertetangga secara baik walaupun dengan orang-orang yang tidak sepaham denganmu. Inilah wilayah yang diatur dengan syariat. Untuk memenuhi semua itu, kalian harus memiliki pekerjaan yang menyebabkan kamu dapat memenuhi kebutuhan badaniah kamu. Dalam posisi ini, kamu menjadi mahluk sosial yang mengemban kewajiban sosial, atau yang dalam bahasa Arab disebut sebagai fardhu kifayah. Kamu punya bagian untuk melaksanakan fardhu kifayah ini, seperti bergotongroyong, bekerjasama dengan orang lain baik yang satu agama maupun yang berlainan agama, melaksanakan salat berjamaah di masjid, menaati aturan penguasa (pemerintah) yang mengurusi keperluan hidup duniawimu.

Anakku, jika kalian melaksanakannya dengan baik, maka kalian tidak akan menjadi beban saudaramu atau beban orang lain. Jika kamu tidak memiliki pekerjaan atau tidak bekerja, maka kalian tidak akan memperoleh penghasilan untuk membiayai hidupmu, sehingga kalian akan menjadi beban orang lain. Tetapi jika kalian memiliki pekerjaan, maka kalian akan memiliki penghasilan untuk membiayai hidupmu. Kamu tidak saja meringankan beban saudaramu, bahkan kamu dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Kamu dapat menjadi pembayar zakat, bukan menjadi penerima zakat. Maka, Nabi Muhammad SAW menyatakan “tangan yang di atas itu lebih baik dari tangan yang di bawah”. Pemberi itu lebih baik daripada penerima. Setiap orang diharapkan dapat menjadi pemberi. Sedangkan untuk menjadi pemberi, kalian harus memiliki penghasilan yang kamu peroleh dengan bekerja.

Prioritas hidup yang kedua ini sebenarnya juga merupakan perintah supaya kalian tidak menjadi manusia yang kikir, karena kalian diperintahkan untuk tidak melupakan bagian dari duniawi. Artinya, dunia dan segala kemakmurannya tetaplah bukan tujuan, melainkan hanya sarana bagimu. Sarana itu artinya adalah alat. Jadi dunia ini hanya alat, jasad ini hanya alat yang harus dimanfaatkan untuk mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan oleh Allah, yaitu untuk dapat kembali kepada Alllah dan hidup bersama Allah di negeri akhirat.

Nah, coba kalian renungkan. Mungkinkah kalian dapat kembali kepada Allah jika kalian belum memakrifati Dia secara kaffah ? Mungkinkah kalian dapat hidup bersama Allah jika kalian belum dapat menemukanNya di negeri akhirat. Lalu, mungkinkah kalian dapat merengkuh negeri akhirat jika kamu tidak mencarinya dan menemukannya lebih dulu ? Cobalah kalian renungkan dengan jiwa yang bersih. Prioritas hidup kedua ini sebenarnya merupakan perintah yang nyata tentang pentingnya bagian dunia untuk kalian dapatkan agar kalian dapat membiayai hidup kalian bersama keluarga. Tetapi sekali lagi, bagian duniawi itu bukan tujuanmu. Maka kalian tidak perlu menghabiskan waktumu untuk merengkuh kenikmatan dunia seluruhnya, seperti orang-orang yang tidak berilmmu itu.

Hendaklah kalian menyingkir dan menjauh dari orang-orang yang tidak berilmu karena mereka umumnya hanya pandai berwacana, hanya pandai mendongeng. Mereka hanya dapat menceritakan sesuatu dari apa yang ditulis oleh orang lain, atau yang didengar dari orang lain, kemudian dia ceritakan kembali kepada kalian. Jadi sebenarnya, mereka hanya menyebarkan kebohongan. Hati-hatilah jika bertemu dengan orang-orang semacam itu.

Bertemanlah kalian dengan para arifbillah, karena pada diri mereka terdapat banyak hal yang harus kalian ambil. Mereka adalah para penemu sejati, karena selalu melakukan pencarian, menyelami samudera Allah sehingga di tangan mereka tergenggam mutiara yang murni dan tak ternilai harganya. Jika kalian mengambil ilmu dari mereka, maka kalian pun akan menjadi penyelam samudera Ilahi yang luasnya tak berbatas dan dalamnya tak terukur. Kalian akan mendapatkan kepuasan hidup yang sulit diucapkan dengan kata-kata, sampai-sampai kalian tidak lagi memiliki keterikatan dengan segala sesuatu yang berbau duniawi. Kalian cukup mengambil bagian duniawi seperlunya saja. Itu artinya, kalian telah melaksanakan prioritas hidup yang kedua dengan benar.

Besok, insya Allah akan kita bicarakan prioritas berikutnya. Mudah-mudahan kamu sabar mengikutinya.

(BERSAMBUNG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s