Berjalanlah di jalan Allah-5


Anakku, Allah memperingatkan “mereka tidak lain hanya mengikuti sangkaan-sangkaan dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka” (QS 53:23). Bahkan Allah memberikan peringatan yang lebih keras lagi, yaitu “dan siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah sedikit pun” (QS 28:50).

Dua ayat itu saja sudah cukup untuk menggambarkan bagaimana nasib orang-orang yang kufur kepada ayat-ayat Allah. Mereka tidak mau melakukan eksplorasi terhadap ayat-ayat Allah yang tergelar di alam semesta maupun pada diri mereka sendiri. Mereka mengingkarinya karena lebih senang mengikuti hawa nafsunya.

Itulah sebabnya, Anakku, aku senantiasa mengingatkan kamu untuk beragama dengan benar. Ikutilah para arifbillah, dan jangan mengikuti orang-orang yang hanya mengandalkan persangkaan dan hawa nafsunya belaka. Ikutilah para Rasul, para Nabi dan para Arifbillah, karena mereka berada di atas jalan Allah dan syariatNya, jangan kamu ikuti siapa pun yang selalu menuruti hawa nafsunya. Ini bukan perintahku, Nak, namun ini adalah perintah Allah. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan itu, naka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui” (QS 45:18). Tentu kamu dapat memikirkannya lebih mendalam dengan akal fikiranmu yang merdeka, apa jadinya jika kamu menjadi pengikut orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan mereka, karena mereka sebenarnya bukanlah orang yang mengetahui.

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mengenali orang-orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya. Umumnya mereka adalah orang-orang yang berwatak keras, suka menyalahkan orang lain, menganggap dirinya paling benar, suka menyebarkan kabar bohong, menebar fitnah ke mana-mana dan mereka – dengan sikap dan watak seperti itu – menjadi orang yang mudah terbawa oleh arus pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Ketahuilah, Anakku, orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya adalah mereka yang tidak pernah puas dengan anugerah Allah yang begitu besar dan banyak. Dia selalu menggerutu, karena dia selalu menggunakan ukuran kepuasan nafsunya untuk mengukur kasih sayang dan pemberian Allah. Jika pemberian Allah begitu banyak dan berlimpah berupa kesenangan duniawi mereka merasa bahwa apa yang telah diraihnya itu adalah karena kepandaiannya sendiri. Mereka tidak pernah menyadari adanya campur tangan Allah pada keberhasilannya. Contoh semacam itu dibuat monumen berupa Karun, kerabat Firaun, yang jika keluar dari rumahnya selalu disertai oleh para pengawal yang memikul kunci-kunci gudang kekayaannya. Banyak orang yang terkelabui oleh keadaan Karun, yaitu orang-orang yang juga menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan. Tetapi bagi orang-orang yang dikaruniai ilmu oleh Allah, kekayaan Karun sama sekali tidak menyebabkan mereka tergoda. Mereka sudah melihat kekayaan Allah yang sempurna dan tiada batas, sementara yang ada di tangan Karun itu adalah kekayaan palsu belaka.

Orang-orang yang dikaruniai ilmu itulah para arifbillah, orang-orang yang sudah mengenal Allah secara kaffah. Mereka selalu berada di jalan Allah, mengikuti para Nabi, Rasul dan para kekasih Allah. Mereka selalu menanamkan dalam hatinya pernyataan “cukup Allah bagiku”. Cari dan temukanlah mereka, Nak, lalu ambillah khasanah ilmu yang telah mereka serap dari Allah, sehingga kamu pun akan mendapatkan bagiannya sebagai bekal perjalananmu menuju kampung akhirat.

Bukankah dunia ini hanya tempat singgah sementara ? Maka, hati-hatilah, jangan sampai kamu terperdaya oleh rayuan dunia yang digambarkan oleh Rasulullah saw laksana ular yang siap memangsa siapa pun yang mencari dan kemudian mencintainya. Siapa pun bakal terbunuh oleh racunnya yang mematikan. Maka aku selalu berdoa agar kamu dijauhkan dari buruknya dunia dan hatimu dicondongkan oleh Allah untuk mencintai orang-orang yang mencintai Allah sehingga kamu akan menjadi kekasih Allah.

Itulah pesanku, Nak. Ingatlah baik-baik.

Wallohua’lam.*****

2 responses to “Berjalanlah di jalan Allah-5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s