Jika berjanji, penuhilah janjimu-2


Terus terang, Nak, apa yang aku katakan ini mungkin tidak enak didengar, bahkan mungkin menusuk telinga. Menyakitkan. Tetapi aku harus mengatakan hal ini supaya kamu jadi terbangun dari qolbumu yang bertahun-tahun dibuai oleh ucapan yang melenakan kewaspadaan. Aku pernah mendengar seseorang berkata, “masuk Islam (menjadi orang Islam) itu gampang koq, tinggal mengucapkan syahadat, bereslah semuanya”. Ucapan ini terdengar sangat “menghibur” untuk orang-orang yang lagi mencari Islam. Tetapi sejatinya, ucapan itu bisa menjerumuskan. Sebab, ada perbedaan yang sangat jelas antara bersaksi dan mengucapkan kalimat persaksian. Perbedaannya terletak pada alatnya.

Bersaksi sebagai kata kerja aktif itu pengertiannya sama dengan menyaksikan. Ini berarti, jika seseorang bersaksi, maka ada dua pihak yang saling terlibat, yaitu adanya penyaksi yaitu orang yang bersaksi, dan ada yang disaksikan. Dalam bahasa Al Quran disebutkan wa syahiidin wa masyhud (QS 85:3). Syahidin itu yang menyaksikan dan masyhud itu yang disaksikan. Yang menyaksikan tentulah melihat obyek yang disaksikan. Para penyaksi beraktivitas menyaksikan itu dengan organ penglihatannya, bukan organ pengucapnya, karena ketika interaksi itu terjadi, boleh jadi tidak terucap sepatah kata pun. Begitulah pengertian bersaksi.

Mengucapkan kalimat persaksian itu aktivitas lain lagi, atau bisa disebut sebagai aktivitas setelah bersaksi. Hal ini jelas diterangkan sendiri oleh Allah ketika Dia bertanya : “ Bukankah Aku ini Tuhanmu ?” Mereka menjawab : “ Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. (QS 7:172). Para penyaksi dalam ayat itu sudah lebih dulu menyaksikan. Lalu ketika Allah menanyakan “bukankah Aku ini Tuhanmu”, barulah para penyaksi itu menjawab dengan kalimat penyaksian “betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Pertanyaan Allah itu dimaksudkan untuk memperkuat keyakinan para penyaksi, dan supaya para penyaksi itu tidak mengingkarinya di belakang hari.

Jadi, Anakku, itulah syahadat yang seharusnya menjadi peristiwa besar dalam hidupmu, yakni menjadi saksi keberadaan Allah. Sadarilah, jika kamu bersyahadat, atau bersaksi, maka sejatinya kamu sedang mengikat janji dengan Allah. Itulah janji pertama yang harus kamu tunaikan dengan hanya menyembah Allah, hanya menaatiNya, mencintaiNya dan selalu mengingatiNya. KepadaNya kamu menyerahkan dirimu. KepadaNya kamu menyerahkan seluruh urusanmu. KepadaNya pula kamu mempersembahkan ibadahmu, hidupmu dan matimu. Hanya kepadaNya-lah kamu mengikatkan diri, menjual dirimu, sehingga setelah itu janganlah kamu menjual dirimu kepada selain Dia. Itu namanya syirik. Dosa besar yang tidak diampuni oleh Allah.

Oleh karena itu, Anakku, perbaikilah syahadatmu dengan syahadat yang benar. Bukan sekedar melafalkan kalimat syahadat. Jika kamu hanya sekedar melafalkan kalimat syahadat, maka itu sama halnya dengan mengangkat sumpah palsu. Atau bahkan sumpah palsu itu kamu jadikan perisai atau alat untuk menipu. Jangan, Anakku. Allah melaknat orang-orang yang menjadikan sumpahnya sebagai alat untuk menipu. “ Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat menipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki setelah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan karena kamu menghalangi jalan Allah; dan bagimu azab yang besar” (QS 16:94).

Karena syahadat itu adalah janji pertamamu kepada Allah, untuk hanya mempertuhankan Allah, kamu wajib memenuhi janji itu, Nak. “ Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” (QS 16:91).

Allah itu huwal awwalu wal akhiru, awal dari segala sesuatu dan akhir dari segala sesuatu. Manusia berasal dari Allah, artinya, Allah adalah mata-air yang dariNya manusia berawal. Sebelum kamu menjejakkan kakimu di dunia, kamu telah mengangkat sumpah dan janji untuk hanya akan menjadikan Dia sebagai Tuhanmu. Ya, tentu saja kamu tidak mengingat janji itu setelah kamu berada di dunia. Janji itu seakan-akan lenyap begitu saja dari ingatanmu karena begitu banyak persoalan hidup di dunia ini. Tidak saja kamu lupa pada janji yang pernah kamu ucapkan. Bahkan kamu pun lupa kepada Allah yang telah menjadi saksi atas janjimu itu. Padahal, kamu akan dimintai pertanggunganjawab oleh Allah kelak setelah kamu meninggal. Maka bagaimana kamu akan mempertanggungjawabkan janjimu itu ?

Anakku, itulah sebabnya ketika seseorang telah mencapai akil baligh, dia wajib kembali bersyahadat untuk mengingatkanmu kembali kepada Allah, dan untuk memperteguh atau menjadikan syahadatmu dahulu menjadi lebih kokoh. Janji dengan Allah itu tidak boleh kamu batalkan. Artinya, kamu harus memenuhi janji itu. Jika kamu membatalkannya, maka itu artinya kamu telah murtad. Kamu sudah tahu, sanksi bagi seseorang yang murtad.

Ingat baik-baik itu, Nak. Begitu juga kamu harus menyadari, Allah itu huwal akhir. Dialah akhir dari segala sesuatu. Dialah akhir seluruh perjalanan hidup manusia. Dialah muara, dan Dialah satu-satunya tujuan. Maka, siapa pun yang membatalkan perjanjiannya dengan Allah, siapa pun yang murtad, maka itu artinya dia telah mengubah tujuannya. Tidak lagi kepada Allah, melainkan kepada sesuatu selain Allah. Pada akhir perjalanan hidupnya nanti, dia akan terpisah dengan Allah. Ketahuilah, Nak, keterpisahan dengan Allah itulah azab yang amat pedih. Camkan baik-baik hal ini.

“ Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui” (QS 56:79).

Perhatikanlah ayat itu, terutama pada bagian kalau kamu mengetahui, yang merupakan isyarat tentang perlunya pengetahuan atau ilmu. Jadi, baiklah nanti kita bicarakan lebih lanjut. Insya Allah.

(BERSAMBUNG)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s