Amal saleh itu tali hubunganmu dengan Allah-1


Allah berfirman : Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh, dan tidak mempersekutukan Dia dengan sesuatu apa pun dalam beribadah kepada Tuhannya. (QS 18:110).

Anakku, seperti yang sudah saya janjikan, kali ini saya ingin mengajak kamu memahami apa itu amal saleh yang harus menjadi andalanmu dalam beribadah kepada Tuhanmu. Perhatikan ayat (QS 18:110) itu, secara seksama. Bersihkan akal fikiranmu dari pengaruh-pengaruh manusia yang telah membawa racun atau virus ke dalam otakmu, dengan memberikan pengertian amal saleh berdasarkan dugaan-dugaan pikiran mereka sendiri. Sebaiknya, kamu lebih sering bertanya kepada Allah tentang berbagai hal yang berkaitan dengan hubunganmu kepada Allah atau hablumminallah. Kita tidak layak menjalani hubungan dengan Allah hanya dengan mengandalkan dugaan manusia.

Allah adalah tujuan hidup kita, sehingga Dia memiliki jalan yang menghubungkanmu dengan Dia. Jika kamu menempuh jalan itu, maka kamu akan sampai kepadaNya. Itu prinsip dasarnya, Anakku, dan kamu mestinya selalu berpegang kepada prinsip dasar ini. Kalau kamu yakin bahwa Allah Maha Mengetahui, maka jangan sekali-kali kamu meninggalkan Dia untuk bertanya kepada selain Allah. Jika kamu melakukannya, maka sebenarnya kamu telah meragukan kemampuan Allah. Itu adalah dosa besar, Anakku. Maka selalulah bertanya kepada Allah tentang persoalan hidup apa pun.

Cobalah perhatikan, jika orang ditanya tentang amal saleh, maka kebanyakan di antara mereka cenderung menggunakan persepsinya sendiri. Mereka membuat definisi amal saleh berdasarkaan persangkaan mereka. Jarang sekali yang mau menanyakannya kepada Allah dengan membuka KitabNya. Padahal di sana tersedia jawaban yang lebih benar dibandingkan dengan persangkaannya sendiri. Salah satu di antaranya adalah yang terdapat dalam ayat (QS 18:110) ini.

Allah menyatakan “barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh”. Perhatikan baik-baik, Nak. Bacalah berulang-ulang, jangan hanya sepintas lalu saja. Gunakan hati nurani dan iktikadmu yang bersih tanpa prasangka. Kamu pasti akan menemukan jawaban tentang apa yang dimaksud dengan amal saleh. Jika pun kamu belum memperolehnya, maka saya akan mencoba untuk membantu langkah-langkahmu.

Pertama, ayat itu (yang merupakan penggalan kedua dari ayat QS 18:110), diawali dengan pernyataan barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. Artinya, siapa pun yang ingin berjumpa dengan Tuhannya, maka mestinya dia terpanggil atau terusik oleh kalimat itu. Maka pikirkanlah, Nak, apakah dirimu tertarik atau berharap untuk berjumpa dengan Tuhanmu ? Renuangkanlah. Jika kamu menjawab ya, maka itu artinya kamu telah terpanggil oleh pesan ayat ini. Jawaban itu saja sudah cukup. Jangan lagi kamu bawa dirimu dengan pikiran-pikiranmu sendiri. Ya, aku berharap untuk dapat berjumpa dengan Tuhanku. Stop. Lalu tanyalah pada dirimu, tahukah kamu bagaimana caranya aku dapat berjumpa dengan Tuhanku ? Jika pertanyaan itu muncul, maka carilah jawabannya di lanjutan ayat itu yaitu : maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh.

Sekarang, kamu sudah dapat mengetahui, apa itu amal saleh, yaitu suatu cara atau metode untuk mengadakan perjumpaan dengan Tuhan, tentu saja bagi orang yang memang benar-benar berharap untuk itu.

Kedua, tentang perjumpaan dengan Tuhan – sekali lagi – janganlah kamu terpenjara oleh dogma yang sudah terlanjur berakar di kepalamu, bahwa perjumpaan dengan Tuhan hanya mungkin terjadi setelah kita mati. Pernyataan itu tentu tidak salah, Nak. Tetapi kamu tentu perlu merenuangkan tentang pengertian mati itu. Saya pernah membahasnya di bagian lain buku ini. Jadi kamu tinggal membuka bab itu dan merenungkannya kembali. Nah, mati yang dimaksud dalam perjumpaan dengan Tuhan adalah antal maut qoblal maut, atau, mati sebelum mati, atau lagi, mati sakjroning urip, atau mati dalam hidup. Nah, proses mematikan diri sebelum mati, atau antal maut qoblal maut itulah yang disebut sebagai amal saleh yang akan menyebabkan kamu dapat berjumpa dengan Tuhanmu.

Anakku, memang tidak mudah untuk menerima informasi ini, sebab memang, ketika manusia dihadapkan pada masalah perjumpaan dengan Tuhan, mereka akan terbagi menjadi tiga golongan, yaitu, mereka yang yakin, mereka yang ragu-ragu dan mereka yang ingkar. Allah sendiri mengakui adanya tiga kelompok manusia itu.

Besok, Insya Allah, akan kita bicarakan tentang ketiga golongan itu.*****

(bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s