Sifat para kekasih Allah.


Allah berfirman : ‘Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu mereka tidak pernah khawatir dan tidak pernah bersedih hati.’ ( QS 10 : 62)

Melalui ayat ini, Allah memberitahukan kepada kita, dua sifat para wali Allah, yaitu : tidak pernah khawatir dan tidak pernah bersedih hati, atau dengan kata lain, para wali Allah adalah orang-orang yang hidupnya selalu penuh optimisme dan orang-orang yang senantiasa bergembira. Dua sifat ini sepintas lalu tampaknya begitu sederhana dan mudah yakni hanya cukup dengan dua kata saja : optimis dan gembira. Tetapi, sungguhkah begitu ?

Marilah kita lihat diri kita secara jujur dengan memajukan beberapa pertanyaan. Adakah optimisme dan kegembiraan dalam diri kita ketika menghadapi keadaan yang begitu sulit ? Begitu sulitnya sehingga kita sama sekali tidak dapat melihat kemungkinan untuk melepaskan diri dari kesulitan itu ? Adakah optimisme dan kegembiraan dalam diri kita ketika Tuhan menimpakan kepada kita sedih yang berkepanjangan, sakit yang tidak kunjung sembuh dan berbagai kesulitan dan kepedihan lain ?

Begitu juga, tidak adakah kekhawatiran akan hilangnya limpahan materi pada diri kita ? Tidak adakah kekhawatiran akan copotnya jabatan tinggi yang kini ada di tangan kita ? Sedihkah kita jika kekayaan kita berkurang dan bahkan habis ? Sedihkah kita jika jabatan tinggi harus kita lepas, atau dilepas secara paksa ?

Sungguh, pertanyaan-pertanyaan itu adalah sebuah realita yang pasti akan dihadapi oleh setiap manusia. Dan jawaban atas pertanyaan itu harus kita jawab dengan hati yang jujur, sehingga tidak usahlah hal itu kita bahas dalam ruang dan waktu yang sempit ini. Biarlah ia menjadi renungan kita bersama di tempat kita masing-masing.

Saya hanya sekedar ingin mengingatkan, Tuhan pasti akan memberikan ujian dan cobaan kepada setiap manusia, untuk menyeleksi mana yang benar-benar mencintaiNya dan mana yang cintanya palsu. Jika seorang hamba lulus dari ujian dan cobaan pertama, maka Allah akan mendatangkan ujian dan cobaan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sampai si hamba tadi benar-benar murni cintanya kepada Tuhan. Sehingga marilah kita menyadari, ujian dan cobaan Tuhan tidak akan pernah berhenti, sampai si hamba benar-benar mampu melepaskan dirinya dari keterikatan atribut-atribut keduniawian yang berupa harta, tahta, kemasyhuran, kepandaian dan lain-lain. Setelah itu, si hamba itu akan menjadi manusia yang berbeda dari sebelumnya, yakni manusia yang tidak lagi memiliki keterikatan dengan atribut-atribut keduniawian, dia menjadi hamba yang fakir, yang hanya membutuhkan Allah saja dalam hidupnya.

Harta, tahta, kemasyhuran, kepandaian dan lain-lain yang melekat pada dirinya tidak lagi memengaruhi cintanya kepada Tuhan. Dia inilah yang telah nyata bagi Tuhan kebenaran cintanya. Dialah yang akan dipilih oleh Tuhan untuk menjadi kekasihNya. Dan terhadap hamba yang demikian, Tuhan akan melindungi, akan memberikan proteksi kepadanya sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW : ‘Siapa yang memusuhi kekasih Allah, berarti telah melawan berperang dengan Allah’. Siapa pun yang memusuhi para kekasih Allah, berarti dia telah memusuhi Allah sehingga dia akan berperang melawan Allah. Dan siapa yang melawan Allah, dia pasti akan kalah dan dihinakan.

Itulah sebabnya, kita harus senantiasa berhati-hati dalam berhubungan dengan sesama manusia. Kita harus menjaga hablum min an-naas, karena siapa tahu, kita sedang berhadapan dengan salah satu dari kekasih Allah. Sebab, Allah memang sengaja menyembunyikan kekasihNya di antara manusia. Artinya, para kekasih Allah adalah juga manusia biasa yang hidup di tengah masyarakat, mencari nafkah, bekerja, sakit, tertawa, makan, berkeluarga sebagaimana mestinya seorang manusia.

Para kekasih Allah, memiliki ciri-ciri sebagaimana diceritakan oleh Muadz bin Jabbal, bahwa Rasulullah bersabda : ‘Allah mengasihi hambaNya yang taqwa, yaitu hamba-hambaNya yang tidak terkenal, yang bila tidak ada tidak dicari, bila hadir tidak dipanggil, tetapi mereka adalah pelita hidayah yang dapat memberikan pencerahan jiwa’. Sedangkan menurut hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW menyebutkan, para kekasih Allah adalah orang-orang yang suci hatinya, kempis perutnya, bila ingin bertemu penguasa tidak diterima, bila meminang wanita bangsawan ditolak, bila sakit tidak dijenguk, bahkan bila mati tidak dihadiri jenazahnya.

Para kekasih Allah, dalam kenyataannya, justru banyak dilecehkan oleh manusia. Jangankan para kekasih Allah, bahkan Nabi Muhammad SAW, hamba yang paling dicintai oleh Allah pun dijadikan bahan olok-olok, dilecehkan. Allah memberitahukan hal itu dalam firmanNya : ‘Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanya menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan) : ‘Inikah orangnya yang diutus Allah sebagai rasul ?’ ( QS 25 : 41).

Pelecehan terhadap para kekasih Allah, sesungguhnya sudah dimulai sejak penciptaan manusia pertama, Adam As, sebagaimana dikisahkan dalam al-Quran : ‘Dan Iblis berkata : ‘Terangkanlah padaku, inikah orangnya yang Engkau mulyakan atas diriku ? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil’. ( QS 17 : 62 ).

Sehingga tahulah kita, bahwa para kekasih Allah adalah mereka yang tidak tergoda oleh Iblis, yang tidak dapat disesatkan oleh Iblis, dan mereka hanyalah merupakan sebagian kecil dari umat manusia. Sebagian besar dari umat manusia, adalah teman-teman dan kekasih Iblis, dan sekaligus menjadi musuh Allah.

Naudzubillah min dzalik. Kita berlindung kepada Allah dari godaan syaitan dan iblis, supaya kita menjadi manusia yang tidak pernah melecehkan para kekasih Allah. Amin ya Robbal’alamin.

Wallohua’lam.[*]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s