Tugas Hidup


Manusia diutus Allah turun ke bumi tidak hanya sekedar untuk beranak pinak memenuhi bumi seperti halnya binatang, melainkan mengemban tugas yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak semua manusia berhasil menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga banyak di antara mereka yang tetap tinggal kelas (tidak naik kelas), karena gagal menunaikan tugas dan ujian Allah.

Tugas manusia secara umum adalah untuk mengabdi kepada Allah (QS 51:56), tetapi secara spesifik, tugas itu diuraikan oleh Allah dalam KitabNya, antara lain, seperti yang difirmankanNya ini : “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini yang telah menjadikannya suci, dan kepunyaan-Nyalah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya masuk menjadi golongan orang yang berserah diri”(QS 27:91).

Pemilihan kata hanya dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa itulah satu-satunya tugas yang harus ditunaikan oleh manusia. Banyak di antara manusia yang acapkali keliru memahami pengertian hanya ini. Misalnya, ada yang memahaminya bahwa manusia tidak perlu bekerja, cukup duduk manis di masjid atau di tempat pesujudan saja sepanjang hari. Tetapi ada pula yang memahaminya secara serampangan, misalnya, tidak bersungguh-sungguh dalam melakukan peribadatan kepada Allah.

Sebenarnya, kekeliruan itu disebabkan oleh kekeliruan persepsi akibat hanya memandang kepada sisi lahir dari perintah saja. Dalam ayat tersebut di atas, Allah memang menyatakan Tuhan negeri ini. Lalu dalam berbagai kitab tafsir pengertian Tuhan negeri ini diberi tanda kurung bertuliskan Mekah, sehingga banyak yang beranggapan bahwa Tuhan itu hanya ada di Mekah saja, dan tidak ada di tempat lain. Atau, Tuhan itu hanya mengistimewakan Mekah saja, tidak memberi perhatian kepada tempat lain.

Tafsir tersebut tentu tidaklah keliru, karena memang di Mekah ada baitullah, dan dari tempat itu pula Nabi Muhammad saw ditugasi olehNya untuk mengajak manusia meninggalkan sesembahan lain selain Allah. Beliau diperintahkan untuk mengajak manusia menyembah Allah, Tuhan Yang Satu. Maknanya, Nabi Muhammad saw (dan semua Nabi dan Rasul) hanya diperintahkan untuk berdakwah tentang tauhid, mengajak manusia untuk bertauhid. Jadi secara syariat, Tuhan negeri ini adalah Mekah. Namun, secara hakikat, Tuhan negeri ini adalah qolbu. Ini sesuai dengan pernyataan Nabi Muhammad saw, bahwa qolbunya orang beriman adalah baitullah.

Maka, pengertian dari ayat yang sedang kita bicarakan ini adalah, tugas utama dan satu-satunya yang dibebankan oleh Allah kepada manusia adalah menyembah Tuhan yang ada di dalam qolbunya. Atau dengan kata lain, kita wajib mengenal Tuhan yang ada di dalam qolbu kita supaya kita dapat menyembahNya. Persoalannya adalah : bagaimana mungkin kita menyembah Tuhan yang ada di dalam qolbu, sedangkan kita tidak tahu di mana qolbu itu dan bagaimana kita berkunjung ke dalam qolbu kita ?

Inilah persoalan besar manusia dari zaman ke zaman. Dan untuk menjawab persoalan besar itulah Allah mengutus Rasul dan Nabi serta para ahli waris Rasul dan Nabi agar mengajarkan kepada manusia bagaimana seharusnya mereka mengenali Tuhan dan menyembahNya dengan benar.

Bagi yang sudah menemukan, bersyukurlah dan tetaplah berpegang teguh pada tali Allah. Sedangkan bagi yang belum menemukan, tetaplah mencari dan teruslah mencari sampai menemukan ahli waris Nabi atau waliyullah. Lalu bertakzimlah kepadanya.

Wallohua’lam.*****[fat].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s