Meneladani Ibrahim


Bulan Dzulhijjah layaknya bulan Ibrahim, karena pada bulan ini, semua mata terarah ke satu titik perhatian yaitu ke Baitullah yang ada di Mekkah sana. Jamaah haji dari seluruh penjuru dunia berdatangan ke Tanah Suci untuk menunaikan Rukan Islam yang ke-5, memenuhi panggilan Allah untuk menjadi tamuNya yang istimewa.

Mereka adalah rombongan jamaah haji, yang akan menyelusuri pengalaman spiritual Nabiyullah Ibrahim as. Mengapa Nabi Ibrahim as begitu fenomenal sehingga perjalanan spiritualnya diabadikan sebagai sebuah rukun yang menentukan keabsahan ke-Islam-an seseorang ? Pertanyaan ini tentu sangat menarik untuk kita jadikan bahan kajian dan renungan.

Hal fenomenal pertama yang dapat dipetik dari Ibrahim, yaitu, dia adalah seorang pencari Tuhan yang sejati. Dia bukanlah seorang yang mudah percaya terhadap keyakinan yang dianut oleh orangtua (pendahulunya) dan masyarakat sekitarnya, yang menjadikan berhala sebagai tuhan. Sikap kritisnya dilontarkan kepada ayahnya Azzar melalui kata-katanya “Patutkah kamu menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan ? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu, dalam kesesatan yang nyata”.(QS 6:74).

Ayat tersebut sudah sangat dikenal, sehingga seringkali kita bahkan memperlakukannya sebagai dongeng, karena yang terpateri dalam diri kita adalah Ibrahim masa lalu dengan berhala-berhala yang disembah oleh manusia ketika itu. Sebenarnya Azzar, ayahnya, pun tahu bahwa berhala-berhala itu adalah benda mati yang tidak dapat mendatangkan manfaat maupun mudarat kepada manusia.

Lantas, kenapa mereka masih menyembahnya ?

Persoalan utamanya bukanlah pada tahu atau tidak tahu sosok berhala itu secara fisik, namun lebih pada sikap manusia yang telah terbelenggu oleh dogma yang begitu kuat, sehingga bahkan mereka sama sekali tidak berani meninggalkan kebiasaan lamanya itu. Sehingga semestinya, jika kita rajin membuka dan mengkaji Al Quran, maka akan kita dapati bahwa penyembah berhala itu bukan hanya manusia di masa Ibrahim as saja, melainkan manusia sepanjang masa. Bahkan sampai saat ini pun masih banyak penyembah berhala yang berkeliaran. Bisa jadi, penyembah berhala itu adalah orang-orang terdekat kita. Atau bahkan diri kita sendiri.

Bedanya, berhala di masa Ibrahim dan Nabi-nabi memiliki sosok yang jelas berupa materi berupa tanah, kayu, besi atau batu. Sedangkan berhala di masa modern ini tidak berbentuk materi, namun dia dapat berupa paham keagamaan, ideologi, mazhab, partai politik, organisasi dan lain-lain.

Ibrahim dan para Nabi serta Rasul utusan Tuhan, adalah orang-orang yang dengan gagah berani membongkar dan meremukkan belenggu dogma dengan menggunakan akalnya yang merdeka. Karena kemerdekaan akal dan fikiran yang dimiliki oleh Ibrahim dan para Nabi, maka mereka berani menyampaikan pertanyaan kritis. Mereka tidak mencerca, melainkan mengajak berfikir. Perhatikan saja pertanyaan Ibrahim kepada ayahnya patutkah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhanmu ? Itu adalah ajakan berdialog, berdiskusi dan mengadu argumentasi. Ibrahim dan para Nabi tidak menyalahkan, melainkan menggugah akal sehat manusia untuk dipergunakan secara maksimal. Bahkan Ibrahim memilih kata tanya patutkah, yang langsung menusuk ke wilayah kesadaran diri manusia. Umumnya, manusia yang sehat jasmani dan rohani, yang mengetahui bahwa perbuatannya tidak patust, mereka akan menghentikan perbuatan itu dan menggantinya dengan perbuatan yang patut atau pantas.

Karena kesadaran itulah, Ibrahim kemudian memilih berbeda dengan masyarakatnya. Dia memilih untuk mencari Tuhan, sebab dia sadar, menyembah berhala bukanlah perbuatan yang pantas bagi manusia yang berakal. Dari titik itulah Ibrahim memulai perjalanannya mencari Tuhan.

Mungkin ada yang bertanya, pantaskah Tuhan dicari ? Bukankah Tuhan itu memang ada ? Memangnya Tuhan hilang di mana ?****

bersambung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s