Jangan Mencampuri urusan Allah


Sudah cukup lama aku tidak pernah menulis untukmu, Anakku, walaupun kamu berkali-kali meminta nasehat padaku. Mohon maaf, Nak, bukannya aku idak lagi memperhatikan kamu, tetapi karena ternyata aku pun memerlukan nasehat juga. Jangan heran, Nak, karena sebenarnya setiap manusia memerlukan nasehat, dan setiap manusia wajib memberikan nasehat. Bukankah Allah, Tuhan kita, mewajibkan untuk saling menasehati dalam hal-hal yang haq, dan saling menasehati dalam menjaga kesabaran. (QS 103:3).

Ayat tersebut sudah sangat kita hafal, karena sejak kecil kita membacanya berulang-ulang, mendengarnya berulang-ulang. Sesuatu yang sering diulang-ulang atau terjadi berulang-ulang akan menyebabkan kita ingat dan kemudian hafal. Tetapi, karena terlalu hafal, maka kita seringkali mengabaikan makna terindah yang ada di dalamnya. Saking hafalnya, sampai kita tidak lagi merasakan kandungan nilainya yang sangat luhur.

Dalam ayat ini, ada dua kata yang amat penting, yaitu al-haq dan ash-shobr.Kata al-haq umumnya diterjemahkan menjadi kebenaran, sedangkan ash-shobr sering diterjemahkan menjadi kesabaran. Padahal jika kita menukik lebih dalam ke dasar makna hakikat, maka kata al-haq dan ash-shobr itu adalah dua Asma’ Allah, yaitu Yang Mahabenar (al-haq) dan Yang Mahasabar (ash-shobr), sehingga dua kata itu sebenarnya diarahkan pada sosok Allah. Apalagi jika kita baca lebih teliti, dua kata itu diawali dengan bi, yang biasanya diterjemahkan menjadi dengan seperti pada kata bismillahirrohmanirrohim yang biasanya diterjemahkan menjadi dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Maka, pesan batiniah dari QS 103:3 adalah supaya setiap manusia beriman kepada Allah, beramal saleh, saling menasehati bersama Allah Yang Mahabenar dan Yang Mahasabar. Itu berarti, setiap manusia membutuhkan nasehat atau butuh dinasehati, dan setiap orang pun wajib memberi nasehat atau wajib menasehati sesamanya. Sehingga kelirulah orang yang memiliki anggapan, aku tidak memerlukan nasehat, karena akulah yang biasanya memberi nasehat. Keliru pula orang yang berkata, aku tidak wajib memberi nasehat karena aku tidak memiliki kapasitas atau kemampuan memberi nasehat. Ada yang lebih pantas memberi nasehat dbandingkan aku.

Anakku, bahkan para Nabi pun diperintah oleh Allah untuk berkata kepada kaumnya aku ini manusia biasa seperti kamu. (QS18:110) Hal tersebut sungguh sangat luarbiasa, karena Nabi pun tidak bebas dari kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada manusia. Misalnya, jika manusia harus bekerja untuk menafkahi diri dan keluarganya, maka para Nabi pun diwajibkan bekerja untuk menafkahi keluarga. Jika manusia butuh makan, maka para Nabi pun membutuhkannya. Barangkali itulah yang disebut sebagai kesetaraan. Tentu saja yang dimaksud setara di sini adalah setara secara basyariah, karena dalam ayat ini Allah menyebutnya dengan kata basyar, yakni manusia jasadi.

Kalau toh ada perbedaan antara manusia yang satu dengan yang lain, maka perbedaan itu terletak pada kondisi rohaniahnya. Maka, Allah menyebutkan sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah, adalah yang paling bertakwa. Takwa itu kondisi rohaniah atau kondisi spiritual. Itulah yang membedakan satu manusia dengan lainnya. Dan perbedaan para Nabi dengan manusia itu disebutkan oleh Allah dalam ungkapan diwahyukan kepadaku bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. (QS 18:110). Nabi menerima wahyu, sedangkan manusia biasa, tidak. Wahyu itu turun di wilayah rohani. Maka wilayah rohani itulah yang membedakan para Nabi dengan manusia secara umum.

Masalah ini saya kemukakan di sini setelah lama kita tidak saling berkabar, untuk menegaskan bahwa aku pun membutuhkan nasehat, lalu merenungkannya, lalu mengamalkan apa-apa yang dinasehatkan kepadaku. Mudah-mudahan kamu memahaminya.

Sekarang, waktunya aku menjalankan kewajibanku untuk menyampaikan nasehat, atau, peringatan sebagai bagian dari tugas hidupku.

Kamu tidak keberatan bukan ? *** (BERSAMBUNG).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s