Jalan, Petunjuk dan Penunjuk Jalan


Anakku, seperti yang aku janjikan, kali ini saya ingin membicarakan satu hal yang sangat penting bagi hidup manusia. Indikasi pentingnya terletak pada wajibnya permohonan sehingga menjadi syarat sahnya suatu perbuatan, frekuensi pengajuannya dan kejelasannya. Perkara penting yang aku maksudkan adalah pengetahuan kita tentang jalan, sehingga kita terus menerus memohon kepada Allah untuk mendapatkan penjelasan tentang jalan itu. Bukankah untuk itu kita harus selalu menghiba kepada Allah dengan ucapan tunjukkanlah kami jalan yang lurus (QS 1:6) ? Tidak sah salat jika tidak mengucapkan permohonan itu.

Jadi sebenarnya, hanya ada satu permohonan yang layak kita sampaikan kepada Allah SWT untuk keselamatan, ketenteraman dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, yaitu supaya Allah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus itu. Itu yang terpenting, sehingga selain itu tidak ada yang lebih penting. Bukan semata-mata jalan, melainkan jalan yang lurus. bukan sembarang jalan, melainkan jalannya orang-orang yang telah Engkau karuniai nikmat, bukan jalannya orang-orang yang terkutuk maupun orang-orang yang tersesat (QS 1:7).

Anakku, sebenarnya jika kita renungkan lebih mendalam, permohonan itu terasa sedikit menggelitik. Bagaimana mungkin seseorang yang belum tahu jalan lurus dapat memerinci jalan yang dimaksud ? Atau dengan kata lain, sebelum permohonan itu disampaikan, pemohon itu harus terlebih dahulu memahami atau memperoleh gambaran tentang jalan yang dimaksud itu. Maka setelah itu barulah dia dapat mengidentifikasikan dengan kata-kata jalannya orang-orang yang telah mendapat nikmat. Oleh karena itu, harus ada perubahan dalam cara memahami dan mempelajari surat Al Fatihah ini, yakni dengan mendahulukan pengertian tentang orang-orang yang mendapat nikmat itu, sebelum berbicara tentang jalannya.

Jika langkah itu yang kita lakukan, Anakku, maka penjelasan tentang orang yang mendapat nikmat itu akan dapat kita temukan di dalam Al Quran, yaitu para Nabi, para shiddiqin, para syuhada dan para shalihin (QS 4:69 ). Empat golongan manusia itulah yang disebutkan oleh Allah sebagai orang-orang yang sudah mendapat nikmat. Bahkan ditambahi dengan penekanan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya (QS 4:69). Atau dengan kata lain, mereka itulah teman yang terbaik, sehingga kita wajib menjalin pertemanan dan persahabatan dengan mereka. Dan jika kita ingin berteman dengan mereka, Anakku, maka marilah kita menempatkan diri menjadi manusia yang menaati Allah dan Rasul (QS 4:69) supaya kita dapat bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah (QS 4:69).

Bukankah itu suatu petunjuk yang sangat jelas, Anakku, bagaimana caranya supaya kita menjadi bagian dari golongan orang yang mendapat nikmat dari Allah. Ternyata, syaratnya sederhana, Nak, yaitu menaati Allah dan Rasul. Allah yang telah menurunkan Kitabullah, dan Rasul yang memiliki Sunnah. Kitabullah berisi petunjuk, dan Sunnah adalah cara hidup orang yang telah mendapat petunjuk, yaitu Rasul. Namun demikian, untuk masuk ke dalam golongan penerima nikmat itu tidak semudah mengucapkannya. Sebab ada saja halangan dan rintangan yang datang dari diri kita sendiri, maupun yang datang dari orang-orang yang pura-pura tahu atau merasa tahu. Secara lugas, mereka adalah orang yang sok tahu. Karena masalah jalan ini sungguh sangat penting, maka kamu harus hati-hati mencari informasi, kemudian mengolahnya untuk kemudian kamu mengambilnya setelah kamu meyakini kebenarannya.

Anakku, tahukah kamu, jalan yang dimaksudkan oleh Allah itu ? Tentu jalan yang dimaksudkan itulah yang disebut sebagai jalan Allah. Tetapi, jangan sampai kamu terkecoh oleh pengertian jalan sebagai jalan yang selalu kamu lalui jika kamu hendak pergi bekerja, ke kantor, ke pasar, ke sawah dan lain-lain.

Perhatikanlah ayat Al Qur’an ini, Nak : Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan pula di bumi itu jalan-jalan yang luas agar mereka mendapat petunjuk. (QS 21:31).

Apa yang dimaksud oleh Allah dengan jalan-jalan yang luas itu ? Apakah jalan yang manusia lalu lalang di atasnya setiap hari ? Renungkanlah lebih dulu, Nak, nanti akan aku jelaskan jika kamu belum menemukan jawabannya.*****

(BERSAMBUNG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s