Paruh kedua-2010


Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling memberi nasehat tentang kebenaran dan kesabaran.(QS 103:1-3).

Ketika saya menyibak lembar kalender 2010, saya merasa seperti diingatkan betapa cepatnya waktu berlalu. Tahun 2010 ini, sudah separuh perjalanan kita lalui. Kini kita berada di paruh kedua tahun ini bersamaan dengan habisnya bulan Juni 2010 memasuki bulan Juli 2010.

Saya terhenyak oleh pertanyaan saya sendiri, apa yang sudah kamu lakukan dalam separuh perjalanan tahun 2010 ini ? Adakah hidupmu memberi manfaat, baik bagi dirimu sendiri, keluargamu dan masyarakat di sekitarmu ? Sungguh celaka jika kamu menyia-nyiakan waktu yang telah diberikan Allah kepadamu dengan perbuatan yang tidak bermanfaat dan pembicaraan kosong melompong belaka.

Surat Al-‘Ashri yang saya kutip di atas amat relevan bagiku untuk bahan renungan harian saya, sekaligus untuk mengetahui, apakah saya ini termasuk golongan orang yang rugi atau sebaliknya orang yang beruntung ? Secara singkat dapat disebutkan di sini, orang yang rugi adalah yang tidak memanfaatkan waktu hidupnya, sedangkan orang yang beruntung adalah dia yang menjalani hidup penuh makna. Pengertian itu sebenarnya hanyalah dugaan dari kebanyakan manusia. Padahal pengertian untung-rugi menurut Allah tidaklah seperti itu.

Mari kita lihat. Dalam surat yang kita kutip di atas Allah menyebut orang beruntung adalah orang yang beriman, beramal saleh, saling memberi nasehat tentang kebenaran dan kesabaran. Tiga hal itulah yang menjadi tolok ukur bagi Allah dalam menilai bagaimana manusia -hamba pilihanNya- menjalani hidupnya di dunia ini. Oleh karena itu, manusia pun harus menggunakan tiga tolok ukur itu untuk menilai diri sendiri.

Tolok ukur pertama adalah iman. Artinya, supaya manusia tidak tergolong sebagai hamba yang rugi, dia harus menjadi seorang hamba yang beriman. Ini seringkali dibicarakan dan dijadikan tema nasehat, khutbah maupun wacana-wacana diskusi. Begitu seringnya dibicarakan sampai-sampai orang yang menjadi bosan karena merasa sudah “mengerti” benar tentang iman dan kategori beriman. Bahkan ada yang dengan serta merta menyatakan dirinya beruntung dilahirkan dalam lingkungan orang-orang yang beriman.

Jika ditanya, apakah seseorang yang lahir dari atau di lingkungan orang-orang yang beriman sudah dengan sendirinya dia menjadi orang yang berima ? Maka jawabannya pun menjadi jawaban yang ngambang karena ragu-ragu. Lingkungan tidak serta merta menjadi penentu apakah seseorang akan masuk dalam kategori beriman atau tidak. Atau sebaliknya, lingkungan tidak serta merta menjadi penentu apakah seseorang akan masuk dalam kategori kafir atau tidak. Contoh yang sangat jelas adalah Nabi Muhammad saw. Beliau lahir di lingkungan kaum kafir Quraisy, tetapi beliau tidak serta merta menjadi kafir. Bahkan Beliau menjadi penghulunya orang-orang yang beriman.

Apa yang bisa kita petik dari kenyataan itu ? Tentu saja kita harus segera menyadari bahwa iman itu bukan sesuatu yang otomatis melekat kepada seseorang hanya karena dia lahir di kalangan orang yang beriman. Iman harus diperjuangkan dan diupayakan oleh setiap manusia. Bahkan lebih tegas lagi Allah menyatakan : Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. (QS 10:100). Bukankah itu bermakna bahwa untuk menjadi orang beriman, seseorang harus mendapat izin dari Allah ? Dan bukankah itu juga berarti, bahwa Allah akan murka kepada orang yang tidak mempergunakan akalnya ?

Maka sebaiknya kita tidak serta merta menyatakan bahwa diri kita sudah beriman -apalagi dengan pernyataan yang jumawa- karena kita harus lebih dahulu mempergunakan akal kita untuk memahami makna pernyataan mengapa harus ada izin lebih dahulu dari Allah untuk menjadi orang yang beriman ?

Mudah-mudahan Allah mengizinkan kita untuk melanjutkan catatan harian ini esok hari. Amin.

3 responses to “Paruh kedua-2010

      • kalo buku kang ndoko dah punya, yg lain buku bapak apa..alamatku
        Soetomo D. komp perum : PT. BADAK NGL, PC-5 NO: 103A
        BONTANG- KALTIM, CP: 75324
        0548-55-6177.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s