Al-Maqamat


Dalam khasanah dunia sufi atau tasawuf, dikenal istilah al-maqamat atau kedudukan spiritual, dan ada pula istilah al ahwal atau keadaan spiritual.

Syekh Abu Nashr as-Sarraj rahimahullah berkata : Jika ada pertanyaan, ”apa makna kedudukan spiritual (maqamat) ?”. Maka Anda bisa menjawabnya : maknanya adalah kedudukan seorang hamba di hadapan Allah Azza wa-Jalla, dari hasil ibadah, mujahadah (perjuangan spiritual), riyadhah (latihan spiritual) dan konsentrasi diriuntuk mencurahkan segala-galanya hanya untuk Allah swt. yang semuanya senantiasa ia lakukan. Allah berfirman “yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) le hadiratKu dan yang takut kepada ancamanKu” (QS 14:14).

“Tidak seorang pun di antara kami (malaikat) kecuali mempunyai kedudukan tertentu” (QS 37:164).

Abu Bakar al-Wasithi ditanya tentang makna sabda Rasulullah saw : “Ruh-ruh itu laksana pasukan tentara yang diposisikan pada posisi masing-masing” (H.r.Bukhari dari Aisyah, Imam Muslim, Ahmad dari Abu Hurairah dan ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud).

Maka Abu Bakar menjawab, bahwa ruh-ruh itu diposisikan sesuai dengan tingkat kedudukan (maqam) masing-masing. Sedangkan kedudukan spiritual adalah seperti wara’, zuhud, faqr (fakir), sabar, ridha, tawakal dan seterusnya.

(dipetik dari kitab Al-Luma’ karya Abu Nashr as-Sarraj).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s