Tentang Rindu

Syekh Abu al-Abbas mengatakan : “ada dua macam rindu : rindu karena tidak bersua yang terpuaskan ketika berjumpa sang kekasih. Itulah kerinduan nafs. Rindu yang kedua adalah kerinduan jiwa terhadap saat-saat kehadiran dan penyaksian. Apabila Allah mengangkatmu ke hadiratNya dan ke tempat penyaksian tanpa melalui sebab-sebab, maka kau mencapai maqam pengenalan iman yang hakiki. Itulah medan turunnya rahasia azali. Continue reading

Advertisements

Jangan sakiti kekasih Allah

Balasan Allah SWT bagi orang yang menyakiti para waliNya tidak selalu ditimpakan di dunia karena umur dunia di sisi Allah sangatlah pendek. Selain itu, Allah tidak mau menjadikan dunia sebagai tempat hukuman bagi musuh-musuhNya sebagaimana Dia tidak mau menjadikannya sebagai tempat ganjaran bagi para kekasihNya. Sekalipun ada hukuman yang disegerakan di dunia, bentuknya bisa jadi berupa hati yang keras, pandangan yang kelam, terhalang untuk menaatiNya, terjebak dalam dosa, tekad yang lemah, serta tidak merasakan kenikmatan beribadah. Continue reading

Tentang Waliyullah

Sebuah hadis tentang kewalian dan wali, dari Syekh Syihabuddin Abu al-Ma’ali Ahmad ibn Ishak ibn Muhammad ibn al-Muayyad al-Abraquhi rahimahullah, yang mendengar dari Abu Bakar Abdullah ibn Muhammad Sabur al-Qalanisi al-Syirazi pada 619, yang mendengar dari Imam al-Mubarak Abdul Azis ibn Muhammad ibn Manshur al-Syirazi al-Adami pada 503, yang mendengar dari Syekh Imam Abu Muhammad Rizqullah ibn Abdul Wahhab ibn Abdul Azis ibn al-Harits ibn Ahmad al-Tamimi al-Hanbali dengan cara didiktekan pada Sabtu 16 Safar 483 di Isfahan, yang mendengar dariAbu Umar Abdul Wahid ibn Muhammad ibn Abdullah ibn Mahdi al-Farixi, yang mendengar dari Abu Abdullah Muhammad ibn Mukhallad ibn Hafash al-Aththar al-Khatib al-Dawri, yang mendengar dari Muhammad ibn-Utsman ibn Karamah, yang mendengar dari Khalid ibn Mukhallad dari Sulaiman ibn Bilal dari Syarik ibn Namr dari Atha, dariAbu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw meriwayatkan firman Allah : Continue reading